Arcandra Sebut Gross Split Lebih Pasti Dibanding Cost Recovery

16500
Wamen ESDM Minta Puslitbang Terapkan  BLU-nya Lemigas
istimewa

indoPetroNews- Pemerintah semakin percaya diri dengan penerapan skema bagi hasil gross split. Skema ini memberikan kepastian, kesederhanaan dan efisiensi.

Lima blok minyak dan gas bumi (migas) yang ditawarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menandakan satu hal; Gross Split lebih menarik dibanding skema Cost Recovery. Demikian diungkapkan Arcandra Tahar, Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Rabu (10/1/2018) di Jakarta.

Diketahui, proses lelang WK migas konvensional dengan skema Cost Recovery pada 2015 dan 2016 tidak diminati oleh para investor.

“Implementasi dari skema Gross Split telah menunjukkan hasil pada 2017 lalu, setelah 2 tahun tidak ada WK Migas yang laku. Tahun lalu kita dapat kontraktor-kontraktor yang berminat pada 5 WK Migas. Kami harap prosesnya selesai dilakukan di triwulan pertama 2018 ini,” ujarnya.

Arcandra juga menyatakan bahwa prinsip utama dari skema Gross Split adalah kepastian, kesederhanaan, dan efisiensi. “Gross Split akan memberikan kepastian bagi investor, karena parameter dalam pembagian split transparan dan terukur. Parameter ditentukan berdasarkan karakteristik lapangan serta kompleksitas pengembangan dan produksi,” ujarnya.

Arcandra menambahkan, bahwa skema Gross Split juga akan menyederhanakan persetujuan penganggaran, proses pengadaan, serta akuntabilitas. Biaya produksi tidak lagi memengaruhi pemerintah dan pemerintah juga tidak perlu banyak membuang banyak tenaga untuk melakukan pengawasan anggaran. Skema ini juga akan mendorong efisiensi. Karena penghematan yang kontraktor lakukan, maka uangnya akan masuk ke kontraktor itu sendiri.

Sebagai catatan, mekanisme Gross Split berbeda dengan mekanisme Production Sharing Contract (PSC) Cost Recovery yang selama ini digunakan dalam lelang WK migas.

Pada Gross Split, negara tidak mau tahu urusan biaya operasional, produksi, dan teknologi yang dikeluarkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

Pembagian hasil migas dibagikan sesuai kesepakatan antara negara dengan KKKS, tanpa ada tanggungan biaya tersebut.

Dalam PSC Cost Recovery, dalam hal minyak, negara mendapat bagian 85 persen, sisanya untuk Kontraktor KKS. Namun selain memperoleh 15 persen itu, Kontraktor KKS juga mendapatkan dana cost recovery atau ganti rugi atas aktivitas produksinya. Dana yang dimaksud dipotong dari jatah 85 persen untuk negara. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*