Prioritas KESDM Penambahan WK dan Pengeboran Sumur Baru

20700
Sah, Pertamina Operasikan WK Ogan Komering
Foto : liputan6.com

indoPetroNews- Untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) harus dengan menemukan titik serap baru atau sumur baru. Tidak bisa hanya mengandalkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

“Untuk tingkatkan produksi migas skala nasional tidak bisa hanya mengandalkan EOR. Satu-satunya cara dengan menemukan sumur baru,” kata Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ego Syahrial, pada sejumlah wartawan, Selasa (9/1/2018) di Jakarta. Apakah di Indonesia tidak ada potensinya? “Potensinya ada. Contohnya Lapangan Duri,” ungkapnya.

Lapangan Duri awalnya tidak bisa didesain dengan metode biasa. Ia harus dipanaskan. “Diubah minyaknya secara fisik. Viscositas (kekentalan) sehingga bisa mengalir,” papar Ego. Karakter atau tipikal lapangan di Indonesia tidak bisa besar.

Dia juga menyatakan bahwa lapangan minyak yang besar di Tanah Air bisa dihitung dengan jari. Ada Lapangan Cepu dan Lapangan Duri. “EOR tidak bisa meningkatkan produksi di atas skala 100.000 barel,” cetus Ego.

Walaupun demikian, teknologi EOR akan tetap coba dilakukan. “Memang EOR di Indonesia sudah dilakukan. Apalagi mekanisme di SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) menerapkan bahwa setiap pengembangan lapangan baru melalui PoD tahap I menggunakan early water injection  sudah dianjurkan,” katanya sembari menambahkan bahwa lapangan yang menjanjikan dengan teknologi EOR adalah Lapangan Tanjung di Jatibarang, Cirebon.

Ego juga menekankan bahwa prioritas KESDM adalah penambahan Wilayah Kerja (WK) migas baru, pengeboran sumur baru. “Ini yang sangat siginifikan untuk meningkatkan produksi,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*