Kepala SKK Migas akan Cari Calon Pembeli Gas Masela

22100
Ada 16 WK Gunakan Skema Gross Split
Foto : sindonews.com

indoPetroNews- Bila kalangan industri dalam negeri mengajukan penawaran harga gas Masela sebesar USD 3 (per MMBTU) maka pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan mencari sendiri calon pembelinya. Demikian diungkapkan oleh Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, pada wartawan, Rabu (10/1/2018) di Jakarta.

Di Teluk Bintuni (Papua Barat) saja harga gas sebesar US$5 (per MMBTU).Walaupun demikian, Amien menandaskan calon pembeli belum ditetapkan hingga saat ini.

Dia tak menampik bahwa beberapa waktu lalu ada penawaran harga dari calon pembeli, industri petrokimia dalam negeri yang masih meminta harga di bawah US$6 per MMBTU.

“Alokasi gas melalui pipa, siapa yang mau beli belum ditetapkan. Beberapa waktu yang lalu, beberapa ada yang minat, (tapi) harganya US$3 (per MMBTU),” jelas Amien.

Dia juga menuturkan, usulan harga US$3 per MMBTU ini masih belum sesuai keekonomian harga di hulu migas. “Jadi kalau industri dalam negeri memberikan tawaran US$3 (per MMBTU), ya kita (industri hulu migas) cari sendiri saja. Di Teluk Bintuni (Papua Barat) saja sebesar US$5 (per MMBTU),” kata Amien.

Sebagai catatan, blok Masela sendiri memiliki kapasitas produksi kilang mencapai 150 mmcfd gas pipa dan 9,5 juta ton per tahun (MTPA) gas alam cair (LNG). Blok Masela diproyeksikan akan berproduksi pada 2027 mendatang atau mundur dari perkiraan sebelumnya 2024.

Saat ini sedang dilakukan proses persiapan Pre-FEED: menganalisa pilihan terbaik terkait jenis dan kapasitas produksi, biaya investasi dan keekonomian, serta jadwal project (revisi POD I). “Diharapkan pertengahan tahun pre-FEEDnya selesai, sehingga akhir tahun revisi POD I bisa selesai,” jelas Amien. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*