Volume Produksi Migas Medco Naik 38,3 Prosen

28800
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : bisnis.com

indoPetroNews-  PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) mengumumkan laba bersih sebesar US$164,3 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas (migas) sebesar 38,3% untuk periode yang berakhir 30 September 2017 (“9M 2017”).

“Kami terus menunjukkan penguatan hasil kinerja operasi, yang dipadukan dengan keberhasilan upaya efisiensi biaya, dapat memungkinkan kami untuk merealisasikan keuntungan secara penuh dari harga komoditas yang membaik,” kata CEO Medco, Roberto Lorato, dalam keterangannya pada wartawan, Senin (8/1/2018) di Jakarta.

Dia juga merinci beberapa pencapaian operasional pada 2017. Misalnya, produksi migas sebesar 88,3 MBOEPD atau 38,3% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang didorong oleh performa yang baik dari South Natuna Sea Block B setelah diakuisisinya asset ini pada Q4 2016 serta berlanjutnya penjualan gas yang cukup tinggi dari aset di Senoro.

Selain itu, katanya, pembangunan di Blok A, Aceh berjalan dengan baik dengan konstruksi keseluruhan mencapai 66,7% pada November 2017 dengan Central Processing Plant sekarang hampir 90% selesai.

Pihak perseroan baru-baru ini juga meningkatkan kepemilikan efektifnya di perusahaan afiliasi Medco Power Indonesia (“MPI”), dari 49,0% menjadi 88,6%. MPI adalah produsen IPP yang saat ini mengoperasikan lebih dari 526MW kapasitas terpasang gross, seiring dengan operasi komersial pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla Unit 1 pada bulan Maret 2017 dan Unit 2 pada bulan Oktober 2017. Posisi keuangan MPI akan dikonsolidasikan mulai periode Q4 2017 kedepan.

Hal lainnya adalah afiliasi pertambangan Perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”), terus mencatatkan kemajuan yang baik di pengembangan pabrik peleburannya dengan menyelesaikan studi kelayakan dan semakin mendekati penyelesaian rencana re-financing.

Sedang pencapaian finansial di 9M 2017, yaitu; total pendapatan sebesar US$597,5 juta, meningkat sebesar 52,6% dibandingkan tahun lalu diakibatkan produksi yang lebih tinggi dan kenaikan harga komoditas. Rata-rata harga realisasi menjadi sebesar US$49,5/BBLS (+25,2% dari tahun lalu) untuk harga minyak dan US$5,5/MMBTU (+31,9% dari tahun lalu) untuk harga gas.

Pihak perseroan juga mencatat laba bruto sebesar of US$300,2 juta dengan marjin laba bruto sebesar 50,2%. Perseroan terus menitikberatkan cash costs sebagai fokus, di mana unit cash costs yang tercatat selama 9M 2017 sebesar US$8,1/BOE, sesuai dengan komitmen perseroan untuk di bawah US$10/BOE sampai dengan 2020.

Hal lainnya, EBITDA meningkat sebesar 72,6% dibandingkan tahun lalu menjadi US$310,9 juta, dengan perbaikan pada marjin EBITDA menjadi 52,0% dibandingkan 46,0% di 9M 2016. Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar US$164,3x juta, dibandingkan rugi bersih US$149,6 juta tahun lalu. Net debt to EBITDA yang dianualisasi menjadi sebesar 4,1x (tidak termasuk kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$85 juta), di bawah 6,3x pada tahun 2016 dan terendah sejak 2014.

“Saya senang dengan hasil keuangan sembilan bulan ini, karena kami terus memberikan apa yang kami janjikan kepada para investor. Dengan suksesnya penyelesaian rights issue, kami dapat memperkuat struktur permodalan kami ke depan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, Medco. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*