Hulu Migas Sudah Pulih Lagi

37300
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : bisnis.com

indoPetroNews- Pendapatan hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional pada 2017 cenderung pulih kembali. Apa saja indikatornya?

“Tercatat penerimaan migas bagian pemerintah menembus angka US$ 13,1 miliar hingga akhir tahun 2017,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM),  Agung Pribadi, pada media, Senin (8/1/2018) di Jakarta.

Di samping itu, terdapat 4 indikator penting terkait penerimaan migas 2017 tersebut.

Pertama, katanya, penerimaan migas bagian Pemerintah sebesar US$ 13,1 miliar tahun 2017, lebih besar dari cost recovery pada tahun yang sama sebesar US$ 11,3 miliar. “Ini pertama kali terjadi sejak 3 tahun terakhir. Pada 2015 dan 2016, penerimaan pemerintah selalu lebih kecil dari cost recovery,” ungkap Agung.

Poin kedua, lanjutnya, penerimaan migas pemerintah tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya membukukan nilai sebesar US$ 9,9 miliar. “Artinya, naik US$ 3,2miliar dibanding tahun 2016,” ungkap Agung Pribadi.

Berikutnya terkait cost recovery migas yang merupakan faktor yang mempengaruhi penerimaan migas pemerintah.

“Poin ketiga, cost recovery tahun 2017 sebesar US$ 11,3 miliar, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar US$ 11,5 miliar. Saya kira ini adalah buah dari efisiensi yang terus didorong oleh Menteri ESDM dan Wamen ESDM selama lebih dari setahun terakhir ini,” tandas Agung.

Yang terakhir, katanya, apabila penerimaan migas dilihat dari unsur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saja, maka besarannya melebihi target dalam APBN-P 2017.

“Indikator keempat, PNBP migas tahun 2017 lebih besar dari target APBN-P 2017. PNBP migas tercatat sebesar Rp. 85,6 triliun atau 112% dari target APBN-P 2017 sebesar Rp. 76,7 triliun,” tambah Agung. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*