Wakil Kepala SKK Migas Sebut Kenaikan Harga Minyak Dorong Investasi

42600
Tidak Urus Langsung, SKK Migas Tidak Diam Tangani Izin Lahan
istimewa

indoPetroNews- Baru-baru ini Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) mengeluarkan kebijakan memperpanjang waktu pembatasan produksi minyak mentah hingga akhir 2018. Kebijakan ini kemudian turut mempengaruhi naiknya hanga minyak dunia, yang berpengaruh juga pada naiknya Indonesian Cruide Price (ICP).

Saat ini harga minyak mentah sudah menembus 60 USD per barel. “Mudah-mudahan kenaikan harga ini memberi dampak positif bagi industri hulu migas,” kata Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Sukandar, pada sejumlah media, Jumat (5/1/2018) di Jakarta. Apalagi pemerintah, kata mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk. ini telah pula mengeluarkan regulasi Gross Split yang akan mempermudah investasi masuk. “Mereka kita harapkan lebih banyak lagi spend dana untuk biaya rig dan lainnya,” ujar Sukandar.

Sementara itu, tim Harga Minyak Indonesia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis, rata-rata ICP naik menjadi US$60,90 per barrel pada bulan Desember 2017, naik sebesar US$ 1,56 per barel dari US$ 59,34 per barel pada bulan sebelumnya. Angka ini mencetak rekor harga minyak mentah Indonesia tertinggi sepanjang tahun 2017.

Peningkatan ICP ini tidak terlepas dari peningkatan harga minyak dunia yang dipengaruhi beberapa faktor. Seperti yang tercantum dalam publikasi OPEC bahwa produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada bulan November 2017 turun sebesar 0,13 juta barel per hari. Sehingga produksi menjadi sebesar 32,45 juta barel per hari. Jumlah produksi minyak di bulan November ini turun dari bulan Oktober 2017 yang sebesar 32,58 juta barel per hari.

Diketahui pula bahwa jalur perpipaan minyak terbesar di United Kingdom, North Sea Forties yang mengalirkan sekitar 450.000 BOPD minyak mengalami shut down. Gangguan ini juga turut mempengaruhi meningkatnya harga minyak dunia di penghujung tahun 2017.

Selain itu pula terdapat beberapa Kejadian internasional yang berkontribusi terhadap meningkatnya harga minyak dunia seperti terjadinya ledakan di terminal bus New York Port Authority, aksi mogok kerja buruh minyak Nigeria, meningkatnya penggunaan gasoline di Amerika Serikat saat Christmas Holiday, juga meningkatnya resiko geopolitik di Timur Tengah akibat pernyataan Presiden Amerika terkait Jerusalem, serta meningkatnya permintaan minyak mentah di China. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*