Tugas Utama Pertamina Nyari Minyak di Blok Mahakam

36600
Gugatan PT AKT Dikabulkan, Hakim PTUN Jakarta Diadukan ke KY dan MA
Foto: inilah.com

indoPetroNews- Hal terpenting yang sejatinya dilakukan Pertamina, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas bumi (migas) bukan menerima setoran sebesar Rp49 triliun ke PT Pertamina (Persero) melainkan mencari, mengolah dan menjual minyak untuk kepentingan rakyat Indonesia. Tugas inilah yang diamanatkan negara pada Pertamina.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, Total E&P Indonesie (TEPI) baru bisa ikut kembali mengelola Blok Mahakam bersama PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) setelah mereka menyetorkan dana sebesar Rp49 triliun ke Pertamina.

“Kalau TEPI sudah setor Rp49 triliun baru mereka kebagian 39 persen hasil produksi Blok Mahakam. Misalnya pada 7 Januari 2018 TEPI telah setor Rp49 triliun, maka mulai saat itulah bagi hasilnya dia terima 39 persen,” katanya.

Dirinya sangat yakin hingga kini TEPI belum membayar sepeser pun kepada Pertamina. “Jadi dia (TEPI) per 1 Januari 2018 tidak berhak mengelola Blok Mahakam hingga mereka setor Rp49 triliun ke Pertamina,” kata dia pada sejumlah media, Rabu (3/1/2018) di Jakarta. Inilah tantangan yang pada masa transisi.

Diketahui, saat ini hasil produksi Blok Mahakam sebesar 100 persen masih menjadi hak Pertamina dan negara.

Sementara itu, dikabarkan pula telah terjadi aksi demonstrasi para karyawan Pertamina Balikpapan. Aksi yang dilakukan pada Selasa (2/1/2018) untuk menolak “Sharedown” (berbagi) saham ke Total E&P Perancis.

Sedangkan Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional TEPI, Budi Satria, menjelaskan  pemindahan hak pengelolaan dari TEPI ke Pertamina ini tidak membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sebagian besar Pegawai TEPI di Blok Mahakam beralih menjadi pegawai anak usaha Pertamina yang mengelola blok migas yang terletak di Kalimantan tersebut.

Budi pun menghargai proses transisi pegawai TEPI bertransformasi menjadi Pertamina Hulu Mahakam yang berlangsung lancar. Sebanyak 1.919 pegawai sudah membubuhkan tanda tangan dengan 24 orang di antaranya menolak bergabung. “Alasannya mendekati masa pensiun dan ingin berwiraswasta sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini merupakan kesempatan anak anak bangsa menunjukan prestasinya mengelola blok migas skala internasional seperti Blok Mahakam. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*