FSPPB Minta Menteri ESDM Tidak Main Mata dengan Total

25200
Benarkah Mafia Bermain dalam Proses Alihkelola Blok Mahakam?
Foto : tribunnews.com

indoPetroNews- Terminasinya kontrak Blok Mahakam pada 31 Desember 2017  menjadi tonggak sejarah perminyakan Indonesia. Disamping itu, juga menjadi momentum penguasaan minyak nasional di tangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Ini patut kita syukuri karena merupakan tantangan yang harus dijawab oleh Pertamina dengan prestasi produksi yang tentunya lebih baik dari operator yang lama,” kata Noviandri, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) kepada sejumlah media, Jumat (22/12/2017) di Jakarta. Tentu dengan penguasaan 100% oleh Pertamina.

Noviandri mengakui, hingga detik ini tidak ada kabar pasti pihak Total berminat untuk mengambil porsi Participating Interest (PI) sebesar 30% maksimal. “Dengan catatan setelah pihak Pertamina menyepakati maka Pertamina harus mempersiapkan diri semuanya dengan baik,” katanya. Misalnya soal  meminimalize terjadinya penurunan produksi pada saat alih pengoperasian.

Dia juga tidak menampik ada sinyalemen akan adanya kunjungan rombongan para petinggi Total dari Perancis. “Rencananya, Sabtu 23 Desember 2017 akan menemui Menteri ESDM. Pertemuan tersebut diharapkan tidak membuat deal-deal yang kontra produktif dengan  keadaan saat ini,” tegas Noviandri. Menteri ESDM tentunya, lanjutnya, akan konsisten dengan sikapnya yang akan memberikan PI 100 % ke Pertamina.

Selamat datang Blok Mahakam ke pangkuan Ibu Pertiwi dan Pertamina,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*