Pers Kawasan Pantura – Pertamina Adakan Media Gathering

20500
Pers Kawasan Pantura - Pertamina Adakan Media Gathering

Pers Kawasan Pantura – Pertamina Adakan Media Gathering

Pertemuan antara Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ), West Madura Offshore (WMO) Pertamina Exploration and Production (EP) dengan awak media di kawasan Pantura menjadi ajang penting. Pasalnya, perusahaan BUMN energi ini berkepentingan untuk memberikan up date tentang kegiatan bisnis Pertamina baik di hulu dan hilir.

“Ajang ini sangat penting. Dalam forum ini, selain menjalin silaturahim, juga kita memberikan up date tentang kegiatan hulu Pertamina,” kata Media & Relations Manager PHE ONWJ, Ifki Sukarya dalam sambutannya pada acara Media Gathering Pertamina Pantura, Rabu – Jumat  (20-22/12/2017) di Subang, Jawa Barat. Pertemuan ini terealisasi berkat kolaraborasi Pertamina EP, ONWJ, WMO.

Sedang Arya Dwi Paramita, External Communication Manager Pertamina (Persero) menyampaikan tentang kiprah perusahaan plat merah ini dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat Indonesia.

“Energi untuk Inovasi Berkelanjutan adalah tajuk kerja Pertamina.
Perusahaan ini mengantarkan BBM ke pelosok negeri dengan inovasi,” tandas Arya.

Seiring perkembangan, Pertamina, lanjut Arya, bukan lagi fokus ke aspek Minyak dan Gas Bumi (Migas) tetapi menjadi perusahaan energi. “Kita juga mengembangkan
Geothermal dan EBT,” imbuhnya.

Sementara Ryan B Wurjantoro, Manajer Senior Komunikasi, Divisi Program dan Komunikasi, Lingkungan Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan bahwa produksi minyak secara alamiah mengalami penurunan.

“Turunnya 12% per tahun. Tapi kita semaksimal mungkin menurunkan hingga 5%,” kata Ryan. Bahkan  hingga dibawah 3%.
Pihaknya juga menggunakan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi.

Untuk diketahui, dalam setiiap produksi biasanya minyaknya sebesar 55%, sedangkan
60% adalah gas. Diakui, lanjut Ryan, selalu ada pernyataan dari sebagian kalangan bahwa minyak akan habis dalam waktu 10 – 20 tahun lagi. “Tapi anehnya, hingga kini pun setelah lewat 10 -20 tahun minyak tetap diisukan akan habis 20 tahun lagi,” imbuhnya seraya mengimbuhkan bahwa sumur-sumur minyak di negeri ini umurnya sudah tua.

Sebagai catatan, Media Gathering Pertamina Pantura ini diikuti oleh 35 media lokal di sekitar Pantura. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*