Buku Tanggung Jawab Sosial (TJS) Industri Hulu Migas Diluncurkan

30700
Buku Tanggung Jawab Sosial (TJS) Industri Hulu Migas Diluncurkan
Launching Buku TJS Kalsul

indoPetroNews.com – Buku Bunga Rampai Program Tanggung Jawab Sosial (TJS) Industri Hulu Migas Kalimantan dan Sulawesi diluncurkan, Rabu (20/12) di Kantor SKK Migas, Gedung City Plaza Jakarta. Peluncuran yang dilakukan Deputi Pengembangan dan Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), M Atok Urrahman, dihadiri sekitar 80an peserta yang tergabung dalam Forum Kehumasan SKK Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

“Buku ini bisa menjawab implementasi program TJS di kegiatan hulu migas (minyak dan gas bumi) di Kalimantan dan Sulawesi, ” kata Atok di hadapan peserta, yang terdiri dari para pejabat lima perwakilan SKK Migas (Jabanusa, Sumbagut, Sumbagsel, Kalsul, dan Pamalu), pejabat SKK Migas pusat, dan perwakilan manajemen atau humas Kontraktor  KKS.

“Ini menjadi tolak ukur bagaimana program TJS berhasil mendekatkan industri hulu migas ke masyarakat. Melalui program-program TJS , masyarakat memperoleh penguatan dan pemberdayaan (empowerment) dengan beragam pengetahuan dan keterampilan, sehingga manfaat dari kehadiran industri migas di dekat lokasi masyarakat memberi dampak ekonomi dan sosial yang besar,” katanya.

Atok menyampaikan apresiasi yang besar kepada SKK Migas Perwakilan Kalsul beserta sejumlah Kontraktor KKS yang terlibat dalam penyusunan buku yang dapat dijadikan lesson learn (pelajaran terbaik) bagi para penggiat TJS di sektor hulu migas ini. Dia berharap, langkah yang baik dan positif ini dapat menjadi inspirasi dari perwakilan lain untuk dapat membuat karya serupa. “Ini dapat menjadi alat dokumentasi dan laporan yang baik kepada para stakeholder (para pemangku kepentingan), atas kerja keras sejumlah Kontraktor KKS selama ini,” tegasnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Nasvar Nazar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, baik Kontraktor KKS di wilayah Kalsul maupun tim penyusun, sehingga “Buku TJS” ini dapat diterbitkan. “Semoga buku ini menjadi wahana upaya peningkatan kemandirian masyarakat, sebagai pemberdayaan dan penguat (kompetensi) yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas di daerah operasi industri hulu migas maupun di Indonesia,” katanya.

Sementara Budi R Minulyo, mewakili tim editor dari Universitas Nasional mengatakan, buku yang diterbitkan ini merupakan proses panjang dari beragam kegiatan terkait TJS di industri hulu migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pembuatan buku ini berangkat dari kebutuhan dari industri hulu migas untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan TJS yang telah dilakukan baik bentuk, penerima manfaat serta dampaknya. “ Buku ini juga bisa dipakai sebagai alat komunikasi industri hulu migas dengan para stakeholder-nya, agar mereka memahami apa yang telah dilakukan beserta dampak nyata industri ini di tengak ekspektasinya yang tinggi, jelas Budi, yang juga Direktur Program Indocita Consultant ini.

Budi bersama Indocita yang memiliki reputasi dalam mengantar beberapa perusahaan migas dalam meraih PROPER emas, menambahkan, selama ini salah satu sisi yang luput dari perusahaan-perusahaan migas adalah melakukan pendokumentasian kegiatan TJS nya dari mulai perencanaan hingga monitoring dan evaluasi. “Buku seperti ini akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang mengikuti penilaian PROPER atau pemeringkatan kinerja lingkungan dan sosial di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” terangnya.Ksr

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*