KESDM Pastikan Tidak Kerusakan Infrastruktur Energi Akibat Gempa Tasikmalaya

12200
KESDM Pastikan Tidak Kerusakan Infrastruktur Energi Akibat Gempa Tasikmalaya
Foto : kompas.com

indoPetroNews- Tim Tanggap Bencana Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memastikan tidak ada infrastruktur ESDM yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi 6,9 SR yang mengguncang Kota Tasikmalaya dan sekitarnya pada Jumat (15/12/2017) lalu. Paska terjadinya gempa, Badan Geologi, Kementerian ESDM langsung mengirimkan Tim Tanggap Darurat untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di lokasi bencana.

“Begitu tiba, Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, langsung meluncur ke lokasi kejadian gempa bumi wilayah Kabupaten Tasikmalaya serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) setempat,” demikian disampaikan anggota Tim Tanggap Darurat, Nia Kurnia Praja, Minggu (17/12/2017) dari lokasi bencana, Tasikmalaya.

Setelah berkoordinasi, Tim segera memasang peralatan seismograf di kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk memantau jika ada gempa bumi susulan. Di samping itu tim juga melakukan pemeriksaan ke daerah terdampak, yaitu kecamatan Salawu, Kecamatan Singaparna, dan kecamatan terdampak paling besar, yaitu kecamatan Manonjaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapat catatan sebagai berikut:

1.  Pada umumnya kerusakan yang terjadi berupa retakan-retakan, langit-langit dan genteng yang berjatuhan serta beberapa bangunan yang roboh sebagian dan dindingnya miring.

2. Kerusakan bangunan yang terjadi, sebagian besar karena kondisi bangunan yang sudah tua dan kurang memenuhi syarat dari segi kualitas bangunan, serta berada pada batuan/tanah alluvial yang lunak, lepas dan gembur dan  berlokasi di daerah pesawahan dan lereng bukit/tebing.

3. Sampai saat ini tidak ditemukan/dilaporkan adanya kerusakan pada jaringan PLN, Jalur BBM/ Pipa Pertamina dan infrastruktur lainnya milik Kementerian ESDM.

4. Untuk sementara, kerusakan bangunan yang paling parah terjadi di Kecamatan Manonjaya dan Cikatomas.

5. Tim Tanggap Darurat memberikan saran dan rekomendasi kepada warga yang bangunannya hampir roboh atau rusak bera t, untuk sementara tidak menempati bangunan tersebut.

6. Tim melakukan pengukuran mikrotremor di tiap lokasi terdampak.

7. Tim Tanggap Darurat terus berkoordinasi dengan BPBD, BNPB, Kementerian PUPR dan instansi lainnya.

Senin (18/12/2017), Tim Tanggap darurat melanjutkan pemeriksaan ke lokasi lainnya. Selain melakukan pemeriksaan wilayah terdampak gempa bumi, Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta memberi rekomendasi teknis kepada pemangku kebijakan di daerah.

“Selain melakukan pemeriksaan gempa bumi, anggota tim juga melakukan sosialisai seputar gempa bumi dan mitigasinya, baik kepada masyarakat maupun aparat desa atau kecamatan setempat agar saat terjadi kejadian yang sama masyarakat dapat mengantisipasinya,” tutup Nia.

Sebagaimana diketahui, gempa 6,9 SR yang mengguncang Kota Tasikmalaya dan sekitarnya terletak pada koordinat 108,11° BT dan 7,75° LS, pada kedalaman 107 km, berjarak 11 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Guncangan gempa bumi juga dirasakan di Pos Pengamatan Gunungapi  Galunggung
di Tasikmalaya, Papandayan dan Guntur di Garut dan Sundoro di Wonosobo dengan
intensitas III – IV MMI (Modified Mercalli Intensity).

Sejauh ini guncangan gempa bumi tidak berpengaruh kepada aktivitas gunungapi di sekitar pusat gempa bumi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*