IEA Yakin Pembatasan Output OPEC Sukses

25100
OPEC Himbau Anggotanya Genjot Produksi
Foto : seputarforex.com

indoPetroNews- Dalam laporan yang diterbitkan oleh International Energy Agency (IEA) menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi, yang dinahkodai Arab Saudi akan mampu membatasi surplus minyak global, meskipun terjadi kenaikan output di negara-negara Non-OPEC. Dengan ditunjang pembatasan output oleh OPEC, IEA menilai demand dan supply akan cukup seimbang pada tahun depan.

“Di semester pertama (2018), bisa ada surplus 200,000 bph, sebelum berbalik menjadi defisit sekitar 200 bph di semester kedua, sehingga 2018 secara keseluruhan menampilkan pasar yang cukup dekat dengan keseimbangan,” demikian bunyi laporan IEA yang dikutip oleh SeekingAlpha. Michael Loewen, seorang pakar strategi komoditas di Scotiabank Toronto, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (15/12/2017).

Menurutnya, keputusan IEA untuk mengatrol forecast suplai mereka berarti “dalam jangka pendek, pasar nampak agak bearish“.

“Dalam jangka waktu lebih panjang, 2018 nampak lebih bagus dibanding tahun 2017 dalam hal keseimbangan (supply-demand di pasar minyak),” kata Loewen.

Optimisme akan masa depan minyak pada 2018 juga disampaikan oleh Menteri Perminyakan Kuwait yang baru dilantik, Bakheet Al-Rashidi. Ia mengklaim permintaan minyak mentah global akan meningkat ke laju yang “sehat” tahun depan, dan pabrik-pabrik pengilangan bakal menikmati kenaikan marjin.

Sebagai catatan, International Energy Agency (IEA) merupakan sebuah lembaga terafiliasi OECD yang berpusat di kota Paris dan berfokus pada penyediaan informasi bidang energi serta perubahan iklim. Lembaga ini merilis laporan secara berkala tanpa jadwal yang pasti, tetapi selalu disoroti oleh pasar; karena beberapa diantara 29 negara anggotanya termasuk produsen minyak Non-OPEC terbesar, termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Dengan demikian, data-data yang disajikannya dianggap sebagai info terpenting di bidang migas untuk memberitahukan perkembangan demand dan supply minyak di luar OPEC. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*