Tanpa Gas, Jangan Harap Industri Tumbuh

33400
Tanpa Gas, Jangan Harap Industri Tumbuh

indoPetroNews- Pembangunan infrastruktur gas yang dibangun baru mencapai 20%. Padahal pemerintahan JKW – JK saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

“Sampai saat ini PT PGN membangun pipa gas sepanjang 7400 km,” kata Aris dari Asosiasi Gas Indonesia dalam diskusi bertajuk Ketahanan Ekonomi dan Industri Nasional di Era Industry, Rabu (13/12/2017) di Jakarta. Jumlah ini tentu saja masih kurang untuk mendorong pertumbuhan industri.

Pada awal era 80-an, lanjut Aris, memang dibangun infrastruktur gas. “Tapi peruntukannya untuk ekspor gas,” ungkapnya. Sementara gas untuk domestik, volumenya masih relatif rendah karena minimnya pertumbuhan industri.

“Saya masih ingat saat ada pembangunan pipa dari Sumatra Selatan – Jawa Barat pada tahun 1994. Mungkin saat itu jadi bahan olok-olokan karena industri belum ada,” kenang Aris.

Dia menegaskan, sampai saat ini pun sumber gas di dalam negeri masih banyak tetapi tetap saja diekspor. “Selayaknya sektor gas diperkuat untuk menumbuhkan industri,” ujarnya.

Lebih jauh Aris menambahkan bahwa untuk menumbuhkembangkan sektor perindustrian dibutuhkan strategi dan planning. Tanpa itu jangan harap sektor industri bisa berkembang dan maju.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas, menyatakan Safi’un,  menyatakan bahwa Industri membutuhkan energi. “Tanpa energi jangan harap ada industri tumbuh,” tandas Safi’un. Energi juga membutuhkan infrastruktur gas, sebagai energi.

Dia menyatakan nyaris semua perang dunia untuk merebut sumber-sumber energi. “Indonesia tidak kekurangan energi tetapi harganya tidak cocok,” tandasnya seraya mengimbuhkan harga gas sekitar USD9,9  per MMBTU di Sumut. Sedang di Malaysia harga gas sekitar USD4,5  per MMBTU. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*