Penambahan Pasokan LPG, Yes! Penimbunan LPG, No!

37100
Penambahan Pasokan LPG, Yes! Penimbunan LPG, No!

indoPetroNews- PT Pertamina (Persero) menambah pasokan LPG kemasan 3 kilogram (Kg). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi sinyalemen kelangkaan LPG bersubsidi ini. Berapa jumlah penambahan dan bagaimana situasi agen/pangkalan LPG? Adakah dugaan penimbunan LPG?

Siang itu, Sabtu (8/12/2017) terasa terik. Sinar matahari begitu menyengat. Padahal beberapa menit sebelumnya, curah hujan di kawasan Rawasari Jakarta Pusat sangat lebat. Memang rintik-rintik air hujan terlihat bagai ratusan ribu jarum yang jatuh saat tertimpa sinar mentari. Terlihat satu mobil pick up mengangkut tabung LPG kemasan 3 Kilogram (Kg) masuk ke lokasi agen/pangkalan LPG yang terletak di Jl Rawasari Selatan Nomor 34 Jakarta Pusat.

Melihat ada pick up masuk, seorang Ibu paruh baya pun menghampiri dua orang laki-laki yang sudah siap menurunkan muatan LPG 3 Kg. Setelah berbincang sebentar dengan Ibu parah baya tersebut, yang ternyata si empunya agen, kedua pemuda tersebut dengan cekatan melompat ke mobil pick up sesaat setelah memarkir kendaraannya tepat di belakang truk. Lalu dengan gerak cekatan, kedua laki-laki tersebut langsung memindahkan LPG ke atas truk. Satu per satu, LPG bersubsidi itu pun ‘bermigrasi’ ke dalam truk yang sudah dipersiapkan.

Setelah rampung, truk itu perlahan-lahan  keluar dari area agen yang berdiri sejak adanya konversi minyak tanah ke LPG tahun 2007. Menurut Maharani Tarigan, pemilik agen LPG 3 Kg, yang bernaung di bawah PT Berkah Hidmah Aulia kepada sejumlah media, Sabtu (9/12/2017) di Jl Rawasari Selatan No. 34 Jakarta Pusat. Dia juga meyakinkan
usahanya ini tidak melayani konsumen yang berkendaraan mobil mewah. “Kita arahkan untuk membeli LPG non subsidi,” kata Tarigan, seraya mengimbuhkan adanya penambahan suplai tabung LPG kemasan 3 Kg.

“Agen ini ditambah 5 truck LPG 3 kg hari ini,” kata Tarigan. 1 truck berisi sekitar 560 tabung LPG 3 Kg. Penambahan pasokan, lanjut Tarigan dilakukan sejak tanggal 7 Desember lalu. “Ini juga tergantung pasar penambahannya. Tapi kita tidak timbun LPG,” ujar Tarigan, seraya menambahkan agennya tidak melayani permintaan LPG 3 Kg bagi masyarakat kaya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Ibu Sukarli, pemilik Pangkalan LPG 3 Kg Pertamina Region III Gas Domestik. “Tambahan LPG ada 100 tabung LPG 3 kg. Kadang-kadang 50 LPG kemasan 3 kg,” Sukarli. Agen LPG ini berada dibawah PT Sinar Langit Timur di Jl Percetakan Negara XI No. 16 Jakarta. Dia juga menegaskan pihaknya juga memilih-milih konsumen LPG 3 Kg. “Biasanya ibu-ibu rumah tangga dan kalangan tidak mampu. Tapi kita pernah menimbun LPG,” tegas Sukarli.

Penambahan tabung LPG 3 kg juga dilakukan di SPBU di Jl Rasuna Said Jakarta Selatan dan SPBU Cikini, Jakarta Pusat. Menurut Mohammad Sukandar, Direktur Pemasaran Pertamina, penambahan pasokan LPG kemasan 3 kg dilakukan agar masyarakat tidak khawatir dan was-was. “Kita telah menyiapkan beberapa titik penjualan LPG 3 kg di SPBU milik Pertamina. Jumlah SPBU di DKI Jakarta sekitar 270 an SPBU,” ujar Sukandar.
Sedang yang menyediakan LPG ada 159 titik.

Sukandar meyakinkan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menyediakan LPG. “Di SPBU pasti ada LPG 3 Kg, yang disubsidi dan non subsidi. Kita komitmen agar masyarakat nyaman dan aman,” tegasnya. Pihaknya telah menyiapkan secara masif.

Untuk daerah Jabodetabek, terdapat 743 SPBU. “Sebanyak 500 an SPBU menyediakan LPG. Diakuinya, memang tidak setiap SPBU menyediakan outlet LPG. Misalnya di SPBU yang terletak di area jalan tol, SPBU yang terletak di kompleks perumahan elit dan daerah-daerah tertentu. Tetapi lebih dari 70% SPBU Pertamina menyediakan outlet LPG.

Lebih jauh Sukandar menandaskan bahwa pihaknya telah mengirim 2000 – 3000 matric ton LPG di tiap-tiap titik. Pihaknya juga menjamin ketersediaan LPG. Strateginya, lanjutnya adalah: Pertama, menyediakan outlet LPG di setiap SPBU. Kedua, memastikan pangkalan-pangkalan dan agen-agen LPG agar stok tabung LPG tidak kosong. “Kita terapkan barometer sebagai mekanisme kontrolnya,” tandasnya. Ketiga, secara konsisten menambah pasokan LPG bila ditemukan laporan kekurangan. Hal ini dilakukan dengan operasi pasar.

Saat ditanyakan apakah kelangkaan LPG 3 Kg ini akibat penimbunan dari oknum tertentu, Sukandar menyatakan, “Kita terus pelajari titik7-titik mana yang ada oknum spekulannya. Karena ada 2000 an pangkalan dan agen LPG. Kasus Banjarmasin, misalnya”. Hal tersebut, imbuhnya, tidak menutup kemungkinan ada penimbunan.

Sementara itu Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina Basuki Trikora Putra menyatakan bahwa tambahan pasokan LPG 3 Kg di SPBU Cikini sebanyak 100 tabung. “Satu dua minggu ini ditambah dua kali lipat. Biasanya 100 tabung. Kita tambah lagi 100 tabung,” kata Basuki. Sedang yang non subsidi ada 70 tabung LPG.

Basuki juga tidak mengetahui secara pasti penyebab adanya peningkatan kebutuhan LPG. “Kita belum tahu soal itu. Kita sedang pelajari,” katanya, menirukan pernyataan Sukandar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*