Stok Minyak AS Pekan Ini Melorot

21400
AS Genjot Produksi  Minyak, OPEC Ketar-ketir
Foto : inforexnews.com

indoPetroNews- Data persediaan minyak setiap pekan di Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan penurunan stok minyak mentah. Namun terdapat pula penimbunan gasolin di level tinggi yang mengakibatkan kekhawatiran bila permintaan minyak mentah dari pengilangan dalam jangka pendek akan berkurang.

Kekhawatiran tersebut pupus setelah dua event penting mencuat pada Kamis (7/12/2017). Salah satu dari dua persatuan karyawan migas Nigeria terbesar mengancam akan menggelar mogok massal nasional pada 18 Desember, apabila pemerintah tidak mampu memaksa perusahaan-perusahaan migas untuk merekrut kembali anggotanya yang telah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), seperti disinyalir Reuters, Jumat (8/12/2017).

Sementara itu, sentimen pasar terhadap minyak mentah untuk jangka panjang tetap bullish, lantaran OPEC dan sekutunya telah setuju memperpanjang periode berlakunya kesepakatan pemangkasan output hingga akhir tahun 2018.

Beberapa hari lalu, bank investasi Goldman Sachs telah meningkatkan perkiraan harga minyak tahun 2018 menjadi $62 untuk Brent dan $57.50 untuk WTI; dengan ekspektasi OPEC akan terus memenuhi janji-janjinya, walaupun produksi Minyak Mentah AS merayap naik.

Sebagai catatan, Bullish adalah suatu kondisi dimana pasar saham sedang mengalami tren naik atau menguat. Kenaikan pasar saham ini dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di suatu negara bahkan diseluruh dunia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. Sektor usaha dan bisnis berkembang. Tingkat pendapatan perkapita naik, pertumbuhan laba perusahan yang meningkat, dan faktor lainnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*