Jelang HUT Ke-60, eSPeKaPe Dorong Pertamina Lakukan Efisiensi 

44200
Jelang HUT Ke-60, eSPeKaPe Dorong Pertamina Lakukan Efisiensi 
istimewa

indoPetroNews- Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-60 Pertamina pada 10 Desember 2017, Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) dari markasnya di bilangan Jatinegara Timur menyampaikan rilisnya kepada pers, Kamis (7/12/2017) yang meminta agar perusahaan minyak dan gas bumi (migas) plat merah ini agar cerdas dan berintegritas.

Ketua Umum eSPeKaPe, Binsar Effendi Hutabarat menyatakan, kendati tema HUT ke-60 Pertamina mengangkat energi untuk inovasi berkelanjutan yang menghadirkan penciptaan nilai keuntungan dari efisiensi berdasarkan metode Continous Improvement Program, agar budaya kerja inovatif didorong ke dalam pilar Standard Management, Knowledge Management dan Quality Management Assessment, tidaklah cukup jika tidak berintegrits.

“Itu sebabnya kami, eSPeKaPe minta Pertamina harus cerdas dan berintegritas, sebab dari penelusuran sejarah migas, diketahui jika sampai dengan pra-kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh kegiatan operasi migas di Indonesia ternyata semuanya masih dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan, bahwa migas merupakan sumber daya alam (SDA) yang sangat strategis, khususnya sebagai bahan baku energi utama yang sangat dibutuhkan pada waktu itu, bahkan sampai saat ini dan di waktu-waktu mendatang,” tutur Binsar Effendi.

Sekarang ini menurut Ketua Umum eSPeKaPe, biaya operasional PT Pertamina (Persero) diprediksi membengkak Rp 3 triliun, jika 150 lembaga penyalur resmi Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga telah beroperasi. Seperti diungkapkan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik, lanjut Binsar Effendi, Pertamina menanggung biaya ‎penyaluran dalam pelaksanaan program BBM satu harga tahun 2017 dan ada 48 titik lembaga penyalur BBM satu harga yang dipasok dari Pertamina, biaya yang ditanggung perusahaan mencapai Rp 280 miliar.

Penugasan pemerintah soal BBM Satu Harga sebenarnya bukan sebagai penyebab hilangnya pendapatan Pertamina. “Kalau begitu, nanti kebijakan BBM Satu Harga akan selalu menjadi kambing hitam, manakala pendapatan Pertamina mengalami penurunan,” ungkap dia.

Menurut Binsar Effendi, pada masa lalu, peningkatan laba Pertamina juga bukan dikontribusi dari kenaikan harga Premium, melainkan efisiensi yang dilakukan oleh manajemen di dalamnya. Oleh sebab itu, Pertamina saat ini juga perlu melakukan efisiensi di internal perusahaan. Sehingga tema HUT Ke-60 Pertamina energi untuk inovasi berkelanjutan harus benar-benar efisien dan efektif.

“Peningkatan laba Pertamina itu bukan berasal dari peningkatan pendapatan penjualan, tetapi lebih dipicu oleh efisiensi besar-besaran‎. Di jaman kami masih aktif, tidak pernah mengeluhkan untuk memenuhi BBM di dalam negeri dengan harga jual yang sama di seantero tanah-air, toh dari pendapatannya Pertamina saat itu mampu berkontribusi terhadap negara dengan membangun puluhan ribu Puskesmas, ribuan SD Inpres dan ribuan Pasar Inpres. Ini yang dimaksud eSPeKaPe agar Pertamina berintegritas yang tetap patuh atau tunduk terhadap amanat Pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*