INDEF Harap Kejelasan Konsep Holding BUMN Migas

9200
INDEF Harap Kejelasan Konsep Holding BUMN Migas

indoPetroNews- Menanggapi rencana holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Minyak dan Gas Bumi (Migas) oleh pemerintah, Enny Sri Hartati, Direktur Institute For Development of Economic and Finance (INDEF), mengharapkan adanya kejelasan konsep. Menurutnya ketidakjelasan ini membuat publik meragukan holdingisasi tersebut.

Enny menilai ada tiga hal yang perlu diperjelas pemerintah terkait holding Migas ini. Pertama, mekanisme pembentukkan struktur holding dan landasan hukum. Kedua, pembagian sektor dalam pelaksanaan bisnis. Terakhir, upaya pengawasan terhadap tata kelola anak usaha dan entitas BUMN pasca holdingisasi.

“Publik harus dapat kejelasan mengenai critical point ini. Apalagi kita tahu BUMN merupakan perpanjangan tangan negara dalam mengelola sektor-sektor strategis,” ujar Enny, Rabu (6/12).

Enny menegaskan, dibutuhkan kajian yang komprehensif dalam merealisasikan holding BUMN Migas. Selain memiliki fungsi bisnis seperti umumnya, katanya Pertamina juga harus memiliki fungsi agent of development dalam rangka mendukung perekonomian Indonesia.

Tapi tidak lantas anak usaha Pertamina dibolehkan untuk melakukan monopoli dan berbisnis di luar core-nya, seperti yang dikeluhkan swasta. “Kita harus benar-benar menjadi ini sebagai upaya reformasi dalam rangka pembenahan Pertamina dan skema bisnisnya,” imbuh Enny.

Oleh karenanya, ia pun meminta pemerintah transparan dan mengedepankan kepentingan nasional, ketimbang mendahulukan kepentingan golongan atau kelompok dalam pelaksanaan holding BUMN migas. “Kita tidak mau karena holding ini kedepannya ada anggapan BUMN seperti Pertamina bakal memonopoli banyak sektor tapi padahal hanya menjadi sapi perah,” kata Enny.

Holding ini ditergetkan segera rampung pada Maret 2018, ditandai dengan keberadaan surat Menteri BUMN, Rini Soemarno yang meminta jajaran Direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dalam rangka menghapus status persero demi memuluskan penempatan PGN dalam struktur holding BUMN Migas di bawah PT Pertamina (Persero) selaku induk usaha migas. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*