KESDM Genjot Pengembangan Energi Bayu

4200
KESDM Genjot Pengembangan Energi Bayu
Foto : ekonomi.com

indoPetroNews- Indonesia mempunyai potensi mengembangkan energi angin. Berapa potensinya?

Pemerintah melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sendiri telah menargetkan pada 2025 akan terpasang 1,8 GW pembangkit listrik tenaga bayu atau angin.

Awal tahun depan, di perbukitan Sidrap, Sulawesi Selatan yang kecepatan anginnya rata-rata sebesar 7 m/s akan beroperasi 30 turbin tenaga angin yang masing-masing berkapasitas 2,5 Mega Watt (MW) atau 75 MW secara total. Proyek yang dikerjakan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi sejak April 2016 lalu ini membutuhkan investasi senilai US$ 150 juta.

Apabila sudah beroperasi, PLTB Sidrap dapat mengalirkan listrik ke sekitar 80.000 rumah tangga pelanggan 900 VA. Sedang dipersiapkan juga rencana ekspansi PLTB Sidrap Tahap II, dengan kapasitas 50 MW. Harga jual ke PLN nantinya diharapkan dapat lebih murah, di bawah US$ 7 sen/kWh.

Menambah pasokan listrik di Sulawesi Selatan, PLTB Jeneponto 65 MW yang dikembangkan PT Energi Bayu Jeneponto juga akan menyusul. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, PT Tala Alam Baru juga akan memulai tahap pertama PLTB Tanah Laut berkapasitas 75 MW yang diperkirakan akan selesai pada 2019. PPA PLTB Tanah Laut ini akan ditandatangani di Paris, pada 11 Desember 2017 bersamaan dengan pertemuan One Planet Summit yang akan dihadiri oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Menurut data yang ditulis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) total potensi energi bayu mencapai 60,6 Giga Watt (GW), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Potensi ini menjadi salah satu potensi besar dalam pengembangan ketenagalistrikan nasional, khususnya pada daerah yang memiliki potensi kecepatan angin di atas 4 meter per second (m/s).

Tercatat provinsi dengan potensi besar energi bayu ini adalah Nusa Tenggara Timur (10.188 MW), Jawa Timur (7.907 MW), Jawa Barat (7.036 MW), Jawa Tengah (5.213 MW) dan Sulawesi Selatan (4.193 MW).

Potensi besar tenaga angin tersebut juga terlihat pada peta potensi tenaga angin dunia yang dirilis Word Bank pada Wind Europe 2017 di Rotterdam, Belanda (28/11/2017), yang dapat diakses pada laman https://globalwindatlas.info. Tampak titik tenaga angin yang ditunjukkan melalui rona warna kuning atau merah (potensi kecepatan dan kerapatan angin yang cukup tinggi) di area Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Pulau Jawa bagian selatan, juga Papua bagian selatan.

Sampai 2017, KESDM baru mencatatkan kapasitas terpasang PLTB sebesar 1,1 MW, atau bila dibandingkan potensi baru 0,0002% termanfaatkan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*