Forum Stakeholder Migas Jateng: Merajut Kebersamaan Tingkatkan Produksi

34100
Forum Stakeholder Migas Jateng: Merajut Kebersamaan Tingkatkan Produksi

indoPetroNews.com – Industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia, bahkan dunia, disadari bukan komoditas yang mudah ditingkatkan produksinya. Ia berbeda dengan industri barang yang bisa ditingkatkan dengan menambah investasi, sumber daya manusia, maupun sumber bahan mentah. Sebaliknya, komoditas ini punya kecenderungan menurun karena bersifat ekstraktif. Demikian dikatakan Lead Spesialis Finansial, Investasi, dan Manajemen Risiko Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rinto Pudyantoro dalam Forum Stakeholder Migas Jawa Tengah (Jateng), Kamis (30/11) di Semarang, Jateng.

Forum yang digagas Petronas Carigali (PC) Muriah bersama SKK Migas Perwakilan Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), dihadiri sejumlah stakeholder (para pemangku kepentingan), di antaranya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Teguh Dwi Paryono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Asisten 2 Perekonomian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Direktur Pengamanan Obyek Vital (Dirpamobvit) Polda Jateng, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Jawa Tengah, Universitas Diponegoro (Undip), serta camat dan lurah di wilayah operasi Blok Muriah.

Rinto mengatakan, semakin sering atau banyak diproduksi, migas semakin cepat mengalami decline (penurunan produksi). “Karena proses terbentuknya, butuh pengendapan jutaan tahun, sehingga tantangan migas ke depan adalah makin terbatasnya jumlah cadangan, karenanya, penting memikirkan energi alternatif yang bisa menyubstitusi energi fosil tersebut,” katanya.

Mengutip hasil penelitian Fraser Institut tahun 2016, Rinto mengatakan, tantangan produksi migas, tidak hanya soal keterbatasan cadangan, tetapi juga kendala non teknis yang mencapai 80 persen, sementara teknisnya sekitar 20 persen. Beberapa kendala non teknis biasanya muncul terkait regulasi, dinamika sosial dan politik, dan faktor ekonomi.

Senior Manager Corporate Affairs and Administration (CAA) Petronas Carigali (PC) Muriah Ltd, Andiono Setiawan mengatakan, Petronas telah melakukan kegiatan produksi migas di Lapangan Kepodang Blok Muriah, yang terletak di lepas pantai Jawa Tengah. Fasilitas di blok ini meliputi anjungan pusat pengolahan (Central Processing Platform/CPP), menara kepala sumur (Wellhead Tower-C), dan pipa sepanjang 2,7 kilometer dari WHTC ke CPP, termasuk fasilitas kontrol darat (Onshore Control Facility/OCF). Sementara dari sisi hilir, kegiatan pengembangan meliputi pembangunan pipa sepanjang 200 km dan ORF (Onshore Receiving Facilities) di Tambak Lorok, Semarang.

“Pada Agustus 2015 produksi gas pertama sempat mencapai angka 116 mmscfd (million standar cubic feet per day), namun sekarang turun menjadi sekitar 70-80 mmscfd,” katanya. Dia mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan segenap stakeholder atas dukungan terhadap kegiatan operasi Petronas selama ini. “Petronas mustahil dapat beroperasi dengan lancar tanpa dukungan dan kerja sama dari semua stakeholder. Kami mengharapkan dukungan terus hingga di masa depan Petronas di Blok Muria dapat melanjutkan operasinya di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Andiono juga menyampaikan, sebagai Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), pihaknya komit terhadap kegiatan Tanggung Jawab Sosial (TJS) dalam rangka membangun kebersamaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasi. “Kami berharap kehadiran industri seperti Petronas, juga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui manfaat migas di daerah,” terangnya.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Mashar mengatakan, Indonesia saat ini masih tergantung dengan migas dan posisinya belum dapat tergantikan. Namun masalahnya, investor semakin sulit melakukan kegiatan investasinya, sehingga silaturahim dalam bentuk forum stakeholder ini menjadi penting dilakukan. “Berbicara migas sesungguhnya bukan hanya berbicara kepentingan negara, tapi menjadi kepentingan kita semua. Karena semua kita masih tergantung dengan   migas,” katanya.(Ksr)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*