Wamen ESDM Beberkan Keunggulan Gross Split

7800
Wamen ESDM Sebut Ada Gap Tata Kelola SDA Indonesia
Foto : merdeka.com

indoPetroNews- Skema Gross Split sebagai pengganti sistem PSC cost recovery dalam industri hulu minyak dan gas bumi (migas) memiliki beberapa keunggulan. Apa saja keandalannya?

Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandara Tahar terdapat beberap keunggulan dalam skema baru dalam bisnis hulu migas yang padat modal dan teknologi. “Andalannya adalah certainty, simplicity dan efisiensi,” kata Wamen Arcandra pada media, Jumat (24/11/2017) di Jakarta.

Yang dimaksud certainty atau kepastian adalah skema bagi hasil Gross Split dibuat dalam rangka memberikan kepastian kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) besaran bagi hasil yang akan mereka terima dengan cara menghitung sendiri.

Gross Split dibuat dalam rangka memberikan kepastian kepada Kontraktor KKS berapa banyak split yang akan mereka terima dengan cara hitung sendiri,” terang Arcandra.

Keandalan kedua, lanjutnya, adalah simplicity atau kesederhanaan. “Dengan skema Gross Split, Kontraktor KKS akan lebih mudah lagi menjalankan kegiatannya karena tidak perlu lagi melakukan diskusi panjang dengan SKK Migas terkait rencana kerja dan anggaran,” tandasnya. Gross Split membuat sistem fiskal menjadi sederhana.

“Kita berharap Gross Split ini akan menjadi sistem fiskal yang simpel. Mari kita cari solusi yang lebih baik. Untuk saat sekarang kita yakin bahwa gross split sebagai salah satu solusi bagi kita yang inti nya nanti untuk menaikkan produksi kita, apapun bentuk fiskal sistemnya,” tambah Wamen.

Keandalan ketiga, kata Wamen Arcandra, adalah efisiensi. “Gunakan skema bagi hasil Gross Split memudahkan Kontraktor KKS melakukan pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan sendiri sehingga lebih efisien,” ujarnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*