BATAN Miliki Miniatur Industri Energi Nuklir

22500
Energi Nuklir di Nusantara Bakal Dibahas KEIN
Foto : tribunnews.com

indoPetroNews- Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memiliki fasilitas lnstalasi Radiometalurgi (IRM). Salah satu fasilitas IRM adalah hot cell yang merupakan fasilitas uji pasca iradiasi elemen bakar nuklir (EBN) dan bahan struktur untuk reaktor. Di kawasan Asia, negara yang memiliki fasilitas yang sama yakni Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan India.

“IRM ini semacam miniatur kalau industri nuklir, utamanya energi akan diimplementasikan,” kata Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala BATAN kepada sejumlah media, Jumat (24/11/2017) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Artinya ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Menurut Djarot, pada era 1987 – 1988 lembaganya banyak membangun laboratorium. Mulai dari reaktor, pengolahan limbah dan pembuatan bahan bakar serta bengkel. Jadi laboratoriumnya cukup lengkap.

Disamping itu, dipikirkan pula keselamatan reaktornya. “Termasuk juga bagaimana kita menguji sebelum benar-benar digunakan dalam reaktor. Kalau diradiasi dengan radiasi yang besar seperti apa dampaknya sebelum dimasukkan ke dalam reaktor menjadi bahan bakar,” paparnya.

Lebih jauh Djarot menyatakan, laboratorium ini sangat bagus. “Dulu cita-citanya kalau kita punya PLTN untuk dalam negeri atau reaktor riset, kita uji dulu. Ini (laboratorium) juga bisa dipakai oleh negara-negara yang tidak memiliki laboratorium,” katanya. Karena itu disebut post irradiation examination.

“Setelah diradiasi diuji, apakah dinilai layak atau tidak. Baru kita nyatakan bahan bajarnya oke dan tersertifikasi,” tandasnya. Karena itu tantangannya adalah bagaimana laboratorium ini layak, dapat sertifikat dan bisa menerima pelanggan tidak hanya dari dalam negeri.

Sementara itu, Sungkono, Kepala Uji Radiometalurgi BATAN, menyatakan IRM ini menjadi satu-satunya ditingkat Asean. Karena itu harus difungsikan lagi. “Caranya harus dibersihkan dulu dari paparan dan kontaminasinya,” kata Sungkono. Dengan kerjasama tim yang bagus dan dukungan pimpinan, akhirnya program tersebut terlaksana dengan baik.

“Alat-alat yang tidak berfungsi sudah kita keluarkan semua dan sebagian sudah diganti. Kita siap untuk uji paska radiasi,” lanjutnya.

Apakah selama tidak berfungsi apakah uji radiasi juga dilakukan? “Tetap dilakukan. Yang rusak saat itu adalah fasilitas diuji tak merusak. Sekarang sudah diganti dan lengkap,” imbuhnya.

Sebagai catatan, BATAN telah mengembangkan bahan bakar yang sesuai dengan tipe reaktor riset serba guna GA. Siwabessy. Selain itu, BATAN juga mengembangkan bahan bakar reaktor daya tipe PWR (Pressurized Water Reactor), dan bahan bakar tipe HTGR (High Temperature Gasocooled Reactor) untuk Reaktor Daya

lRM juga difungsikan untuk mendapatkan data PIE (Post 
Irradiation Examination) dari uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB) yang merupakan persyaratan utama bahan bakar nuklir agar dapat digunakan di reaktor yang dipersyaratkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Fasilitas IRM yang dimiliki PBBN BATAN diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 12 Desember 1990. PTBBN BATAN mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuktir dan teknik uji radiometaturgi.

Diketahui, IRM mulai dibangun sejak tahun 1990. Selesai tahun 1991. Pada tahun 2003 terdapat kerusakan dimanipulator. Dan pada tahun 2013 manipulatornya diganti, yang dibeli dari Jerman. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*