Arab Saudi Lobi Rusia Soal Pemotongan Produksi Minyak

12600
Irak Undang Perusahaan Asing Ikut Tender Ladang Migas
Foto : kontan.com

indoPetroNews- Pemerintah Arab Saudi  telah melakukan pendekatan secara intensif pada Rusia terkait program pemotongan produksi minyak secara bertahap. Rusia adalah negara produsen minyak Non-OPEC. Apa hasil pendekatannya?

“Kita sudah berdiskusi panjang lebar dengan Rusia. OPEC berupaya untuk memastikan bahwa apabila strategi pembatasan output saat ini diakhiri, maka itu akan dilakukan secara bertahap,” kata Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (23/11/2017).

Al-Falih juga mengungkapkan bahwa inventori minyak global yang saat ini berada pada level tinggi, kemungkinan belum akan turun ke level rata-rata saat kesepakatan pemangkasan output berakhir pada Maret 2018. Hal ini menggarisbawahi pentingnya perkara ekstensi hingga melampaui Maret 2018 untuk didiskusikan pada rapat OPEC berikutnya.

Sejauh ini, mayoritas anggota OPEC cenderung setuju untuk melakukan ekstensi. Namun, Rusia sebagai key decision maker dari kalangan negara-negara produsen minyak Non-OPEC, telah mengekspresikan keraguannya. Kabar terakhir menyebutkan, Rusia menilai terlalu dini bila ekstensi pemangkasan output diumumkan pada rapat OPEC tanggal 30 November mendatang.

Terlepas dari ketidakpastian itu, sejumlah analis tetap optimis. Tamas Varga, analis dari PVM Oil Associates Ltd mengatakan, “Banyak yang meyakini OPEC, bersama 10 negara Non-OPEC, akan melakukan rollover (pembatasan) produksi mereka hingga sepanjang tahun 2018.”

Mustafa Ansari dari Arab Petroleum Investments Corp berpendapat senada. Katanya, “Kami mengekspektasikan ekstensi kesepakatan itu. Itulah konsensus pasar secara umum. OPEC tahu bahwa mereka perlu terus melakukan apa yang mereka lakukan, karena targetnya belum tercapai.” (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*