Awal 2018 Arab Saudi Kenakan VAT untuk Bensin

20900
Cadangan Minyak Irak Diprediksi Lebih Besar dari Saudi
Foto : boombastis.com

indoPetroNews- Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bakal menjadi negara Arab Teluk pertama memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai Januari 2018. VAT merupakan salah satu upaya mencari sumber pendapatan negara setelah mengalami defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Apa saja yang dikenakan VAT?

“VAT (pajak pertambahan nilai) sebesar lima persen atas bensin mulai Januari 2018,” demikian bunyi pengumuman dari The Saudi General Authority for Zakat and Income (GAZI), seperti dilansir Reuters, Rabu (22/11/2017).

Sebagai informasi, Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini mengatakan akan memberlakukan VAT atas layanan transportasi lokal dan layanan administrasi di bank. Namun VAT tidak akan diterapkan terhadap penerbangan internasional, barang-barang diekspor dari negara-negara non-Arab Teluk, serta daftar obat dan peralatan medis dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan badan pengawas obat dan makanan.

Menjual atau menyewakan rumah tinggal pribadi untuk dipakai oleh pemilik atau kerabta dekat juga dikecualikan dari VAT. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*