Brent Sentuh USD 60, Investasi Migas Diharapkan Naik

20300
Permen Penggunaan Standar Kegiatan Migas Disusun KESDM
Foto : katadata.com

indoPetroNews- Naiknya harga minyak sejak tengah bulan lalu, diharapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat mendorong investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri tahun depan.

Hingga saat ini realisasi investasi hulu migas nasional baru mencapai 47 persen, dari total target US$13,8 miliar di 2017. Hal ini, menurut Direktur Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, terjadi merosotnya harga minyak. Pelaku usaha hulu migas menunda realisasi investasi, baik untuk kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi.

“Kalau melihat tren harga minyak yang sudah mulai naik, kami harapkan bisa mendongkrak kegiatan hulu migas ke depan,” ujar Ego di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kamis (16/11).

Sebagai catatan, pada Juli 2017, harga minyak WTI sempat menyentuh US$42,53 per barel. Namun, pada bulan ini harganya telah berada di kisaran US$55 per barel. Hal sama juga terjadi ada harga minyak Brent di mana pada pertengahan tahun sempat berada di level US$45 per barel dan bulan ini sudah ada di kisaran US$60 per barel.

Realisasi investasi hulu migas sendiri terus turun dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), investasi hulu migas pada 2014 mencapai US$20,38 miliar. Kemudian, tahun 2015 merosot menjadi US$15,34 miliar dan tahun lalu hanya di kisaran US$12 miliar.

Tahun depan, lanjut Ego, pemerintah berharap investasi hulu migas setidaknya bisa mencapai US$13,5 miliar. Melihat realisasi hingga awal Oktober, target itu kemungkinan bakal lebih tinggi dari realisasi investasi hulu migas tahun ini.

“Kami mengharapkan, di awal tahun 2018, kegiatan investasi hulu migas bakal menarik lagi,” ujarnya. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*