IEA Sebut AS Produsen Migas Terbesar se Jagat

20500
Holding BUMN Tambang Jadi Makin Mendesak
foto : bloomberg.com

indoPetroNews- Amerika Serikat (AS) digadang-gadang sebagai negara  penghasil migas (minyak dan gas bumi) terbesar se jagat. Apa parameternya?

International Energy Agency (IEA) melakukan survei kepada 29 negara. “AS menjadi pemimpin global minyak dan gas setelah sempat tergantung pada impor,” demikian laporan IEA, seperti dikutip BBC, pada Rabu (15/11/2017). Migas AS juga diperkirakan bakal menjadi produsen migas papan atas dunia pada 2012.

AS bakal memberikan kontribusi 80% dalam peningkatan pasokan minyak dunia pada 2025. Kondisi ini diprediksikan akan membuat harga minyak dunia turun dan membantu membuat AS menjadi eksportir besar minyak di akhir 2020, mendatang.

Sementara posisi kedua negara penghasil migas adalah China. Negeri Tirai Bambu ini sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.

Selanjutnya diyakini permintaan global di sektor energi bakal mengalami peningkatan mencapai sebesar 30% pada 2040, didorong oleh konsumsi tinggi India.

Pada saat yang sama sumber energi terbarukan akan menjadi lebih penting. Lantaran energi fosil tidak bisa bertahan lama karena membutuhkan ratusan tahun untuk memproduksinya kembali.

Direktur Eksekutif IEA Dr Fatih Birol mengungkapkan, munculnya AS sebagai pemain besar akan terimbas terjadinya pergolakan besar untuk dinamika pasar internasional. “Output minyak dan gas AS diperkirakan melampaui negara besar lainnya dan mencetak sejarah, karena kemampuan luar biasa membuka sumber daya baru dengan biaya-efektif,” kata Birol.

Sementara disebutkan energi sumber terbarukan yang berasal dari matahari dan angin diharapkan permintaanya capai 40%. Di Uni Eropa, energi terbarukan akan mewakili 80% dari kapasitas baru. Pertumbuhan permintaan energi akan terus meningkat, apabila tanpa peningkatan efisiensi.

China misalnya, pemerintah fokus pada energi terbarukan telah menyebabkan permintaan energi meningkat dengan rata-rata 2% per tahun sejak 2012, turun dari 8% antara tahun 2000 dan 2012. China sendiri masih berada dalam trek untuk mencetak konsumsi energi lebih tinggi per kapita dibandingkan Uni Eropa pada 2040. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*