PJBG Pertamina – PLN Tercapai

38600
Konsumsi Listrik Lebaran Jawa-Bali Diprediksi Mencapai 16.000 MW
Foto : dumaisatu.com

Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) akhirnya terlaksana setelah melalui proses (agak) panjang.

Gas hasil produksi Lapangan Jambaran Tiung Biru dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan harga US$ 7,6 per MMBTU.

Menurut Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, harga gas yang disepakati sebesar US$ 7,6 per MMBTU, berlaku tetap selama 30 tahun sejak lapangan tersebut berproduksi tahun 2021.

Penandatanganan PJBG ini juga menjadi salah satu tonggak sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa mengurangi keterlibatan pihak badan usaha swasta untuk berkontrak dengan sistem business to business (b to b). “Pemerintah sangat mendorong adanya sinergi antar BUMN, tanpa mengurangi keterlibatan swasta nanti yang berkontrak diperbolehkan kalau itu dimungkinkan secara b to b,” ujar Arcandra.

Wamen juga mengingatkan agar proyek ini bisa dikerjakan secara tepat waktu dan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan anggaran yang sudah disesuaikan dan telah disepakati.

“Semua yang kita tanda tangani ini merupakan awal dari sebuah kerjasama. Yang lebih penting nantinya apakah proyek ini bisa kita kerjakan tepat waktu dan sesuai dengan budget yang sudah disesuaikan dan disepakati,” katanya.

Sebagai catatan, biaya investasi dari Proyek Lapangan Jambaran Tiung Biru diperkirakan mencapai US$ 1,547 miliar atau sekitar Rp 20,5 triliun. Jumlah ini belum termasuk pembangunan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer dengan investasi US$ 515 juta atau sekitar Rp 7 triliun.

Penandatanganan PJBG antara PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dilakukan pada Senin (13/11/2017) di Ruang Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*