Konflik Senjata Timteng Pengaruhi Fluktuasi Harga Minyak Dunia?

3800
Iran Optimis OPEC Pertahankan Produksi Minyak
Foto : kontan.com

indoPetroNews- Boleh jadi judul berita diatas sedikit agak janggal. Pasalnya, naik turunnya harga minyak ditentukan oleh konflik bersenjata. Bila konflik terus bergelora, harga minyak terdongkrak. Namun bila konflik bersenjata reda, harga minyak bakal melorot. Inilah logika yang absurd tapi nyata terjadi.

“Tanpa bara ini terus menerus dikipasi, harga (minyak) rawan turun lagi,” kata John Kilduff dari Again Capital LLC New York, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (14/11/2017).

Laporan dari Associated Press (AP), Selasa pagi (14/11/2017) juga menyebutkan bahwa banyak pakar memprediksikan ketegangan di Timur Tengah hanya akan mendorong harga minyak naik untuk sementara saja, kecuali konflik langsung pecah antara Arab Saudi dan Iran.

Pasalnya, meski dalam beberapa waktu lalu produksi minyak shale AS agak tersendat, tetapi ke depan bisa tergenjot lagi.

Dalam laporan pekanan Baker Hughes yang rilis Sabtu, nampak bahwa oil drilling rigs di Amerika Serikat bertambah dari 729 ke 738. Para Analis dari Commerzbank yang dikutip AP mengungkapkan bahwa aktivitas pengeboran di AS biasanya naik dalam kurun waktu sekitar empat bulan setelah harga minyak mengalami peningkatan. Jadi, dapat disimpulkan kalau kenaikan aktivitas pengeboran minggu lalu merupakan awal dari tren baru. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*