SPKP Nilai Ada 6 Pelanggaran Dilakukan EMP MSSA

19800
SPKP Nilai Ada 6 Pelanggaran Dilakukan EMP MSSA
Foto : viva.co.id

indoPetroNews- Ada pelanggaran dilakukan EMP Malacca Strait SA (EMP MSSA) sebagai bisnis unit dari Energi Mega Persada (EMP) terhadap para karyawannya. Apa saja bentuk pelanggarannya?

Menurut Serikat Pekerja Kondur Petroleum (SPKP), wakil pekerja EMP Malacca Strait SA (EMP MSSA), pelanggaran tersebut terkesan dibiarkan berlarut-larut. Padahal masalahnya menyangkut hak-hak normatif pekerja yang telah berlangsung lebih dari satu tahun. Bentuk pelanggarannya yaitu:

Pertama, kurang bayar upah sejak Oktober 2016. Kedua, biaya hari istirahat tahunan yang seharusnya diterima pekerja pada April 2017. Ketiga, upah pada Agustus 2017 yang belum dibayarkan hingga kini. Keempat, iuran DPLK Tugu Mandiri. Kelima, upah pada Oktober 2017 untuk beberapa pekerja tanpa alasan. Dan keenam, pembayaran pesangon/PAP para pekerja yang telah pensiun menjadi  pertanyaan besar bagi SPKP.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama  Kontraktor KKS) sejatinya biaya OPEX (Operation Expenditure) dan CAPEX (Capital Expenditure) 100% ditanggung negara melalui cost recovery.

“Sangat tidak masuk akal apabila EMP MSSA melakukan penundaan atas hak normatif pekerja selama lebih dari satu tahun. Pertanyaannya, apakah negara belum membayarkan ke EMP MSSA untuk semua hak nomatif yang ditunda? Bagaimana kalau ternyata negara melalui SKK Migas sudah membayar dan belum dibayarkan kepada pekerja,” kata Ketua Umum SPKP) Moh Taufik Muttaqin kepada sejumlah media, Sabtu (11/11/2017) di Jakarta. Demi tegaknya aturan perundangan yang berlaku, lanjut Taufik, SPKP terus pro aktif melakukan koordinasi dengan SKK Migas, Suku Disnakertrans Jakarta Selatan, Federasi Serikat Pekerja Migas Kawasan Barat Indonesia (FSPM KBI)  dan Konfederasi Serikat Pekerja Minyak dan Gas Bumi Indonesia (KSPMI).

“Nota pemeriksaan, nota penegasan bahkan nota penetapan telah dikeluarkan oleh Suku Disnakertrans Jakarta Selatan, tetapi pihak perusahaan tetap mangkir dan tidak berniat menyelesaikan persoalan hak normatif pekerja hingga tuntas sampai hari ini.

Oleh karena itu, pihak SPKP meminta perhatian lebih kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kementrian Tenaga Kerja, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan instansi terkait lainnya untuk membantu memberikan arahan dan bantuan penyelesaian sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. “SPKP juga telah mengirim surat permintaan pelindungan serta bantuan penyelesaian kepada Presiden RI,” tegas Taufik.

Dia menuturkan, semua upaya yang dilakukan oleh SPKP “hanya” untuk mendapatkan hak-hak normatif,  “tidak lebih” dan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. Oleh karenanya, seharusnya pihak EMP MSSA membayar upah pekerja tepat waktu serta segera melunasi semua  hak-hak normatif pekerja yang belum dibayarkan.

Menurut Taufik, dengan berpindahnya kantor EMP MSSA ke Rukan – Pulomas, pihak SPKP berharap perusahaan dapat lebih meningkatkan kinerjanya dengan melakukan produksi dari potensi minyak dan gas yang ada secara maksimal. “Tentu harus tetap taat serta patuh pada aturan perundangan yang berlaku,” katanya.

Lebih jauh Taufik menandaskan, EMP MSSA sebagai bisnis unit dari Energi Mega Persada (EMP) dengan visi “Menjadi perusahaan publik yang memimpin dalam sector minyak dan gas bumi Indonesia,“ dalam melakukan kegiatannya wajib taat terhadap aturan perundangan yang ada, demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis dalam mendukung Ketahanan Migas Nasional Indonesia.

EMP MSSA sebagai bisnis unit  EMP yang merupakan perusahaan publik, kata Taufik, harus segera melakukan koreksi atas tindakan yang tidak taat hukum  seperti pada saat ini untuk tetap menjaga namanya sebagai Perusahaan yang bermartabat dan layak di punyai serta dibanggakan oleh para pemilik saham. “Selain itu visi perusahaan harus dapat diraih dengan cara-cara sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*