RRT – Indonesia Tingkatkan Kerjasama Sektor Hulu Migas

3500
RRT - Indonesia Tingkatkan Kerjasama Sektor Hulu Migas
istimewa

indoPetroNews- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pada Senin (13/11/2017) melakukan Bilateral meeting dengan Administrator National Energy Administration (NEA) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), H.E. Nur Bekri pada “The 5th Indonesia-China Energy Forum (ICEF V)”.

Pada penyelenggaraan ICEF ke-5 ini, ditandatangani juga Memorandum of Understanding (MoU) atau Kerja Sama Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. MoU ini akan menjadi payung kerja sama kedua negara.

Kedua pihak juga telah melaksanakan pertemuan bilateral dalam Working Group. Terdapat dua Working Group, yaitu minyak, gas bumi dan batubara; serta energi baru, terbarukan dan ketenagalistrikan. “Kita berharap pertemuan Bilateral ini menjadi forum para pihak untuk melanjutkan kerja sama ke tahap kegiatan yang konkret,” kata Menteri Jonan dalam sambutannya, Senin (13/11/2017) di Jakarta.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002, ICEF selalu menjadi forum bilateral yang bermanfaat bagi sektor energi kedua negara. Pada penyelenggaraan sebelumnya, ICEF menjadi platform untuk memulai kerja sama yang konkret antar BUMN dan perusahaan kedua negara. Diharapkan juga dapat menjadi pendorong bagi kedua pihak untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja sama energi di masa depan.

Beberapa kerja sama yang sudah dilakukan Indonesia dengan RRT, diantaranya adalah, investasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi RRT di Indonesia.

Beberapa perusahaan RRT berinvestasi dan beroperasi di Indonesia di bidang minyak dan gas bumi dengan wilayah kerja Operasional Blok dan Non-Operasional Blok, yaitu: Pertama, SINOPEC (KKKS Non-Operasional Blok).

Kedua, Petrochina (Kontraktor KKS Operasional Blok). Ketiga, CNOOC (Kontraktor KKS Operasional Blok dan Non-Operasional Blok).

Sedang investasi Perusahaan RRT di Bidang Ketenagalistrikan diantaranya adalah; Perusahaan-perusahaan RRT ikut berpartisipasi dalam investasi bidang ketenagalistrikan di Indonesia, baik itu dalam Proyek 35 GW maupun proyek ketenagalistrikan di luar proyek 35 GW.

Disamping itu, RRT juga ikut berinvestasi dalam proyek bidang ketenagalistrikan 35 GW, dalam 2 skema yaitu: EPC (Enginering, Procurement, and Construction) sebesar 3% dan IPP (Independent Power Producer) 36% dari total keseluruhan.

Investasi Ketenagalistrikan Perusahaan RRT (bukan proyek 35 GW). RRT juga ikut berpartisipasi aktif dalam beberapa proyek di luar Proyek 35 GW, seperti: PLTU Banten I, PLTU Banten II, PLTU Banten III, PLTU I Jawa Barat, PLTU II Jawa Barat, PLTU I Jawa Tengah, dan beberapa PLTU besar lainnya di wilayah Indonesia.

Sebelumnya, pada Sabtu dan Minggu (11 dan 12 November 2017), Delegasi The 5th Indonesia-China Energy Forum melakukan kunjungan lapangan ke Museum Konferensi Asia Afrika (Museum KAA) serta Museum Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Provinsi Jawa Barat dan ke PLTU Jawa VII, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*