PTTEP Inisiasi Klinik Gerai Sehat Gratis bagi Kaum Dhuafa

10900
PTTEP Inisiasi Klinik Gerai Sehat Gratis bagi Kaum Dhuafa
istimewa

indoPetroNews- Muhaya (65) sudah beberapa tahun perutnya bermasalah. Namun belitan ekonomi menghalangi warga Sungai
Tirem, Koja Jakarta Utara ini untuk memeriksakan dirinya ke dokter. “Alhamdulillah, dengan adanya Gerai Sehat saya bisa operasi usus, karena usus saya bocor. Operasi dan pengobatannya tidak bayar,” kata suami dari Sakdiyah (60) ini. Rupanya bukan hanya Muhaya yang sakit. Sakdiyah pun didera penyakit gula. “Alhamdulillah, saya juga bisa berobat disini,” katanya, dengan suara lirih. Pasien lainnya yang juga menunggu  dipanggil adalah Rosida (52). Ibu paruh baya ini mengaku sesak nafas. “Alhamdulillah, sudah lumayan baik sesaknya,” kata Rosida.

Nukilan pernyataan tersebut diungkapkan beberapa pasien, Selasa siang (7/11/2017) sembari menunggu antrian yang lumrah dilakukan di beberapa rumah sakit, Puskesmas hingga klinik, tidak terkecuali klinik Gerai Sehat Rorotan, Jakarta Utara.

Klinik ini dibangun pada tahun 2014 atas dukungan pembiayaan pembangunan dan operasional selama 5 tahun dari Perseroan Terbatas PTT Exploration and Production (PTTEP) Malunda Limited dan PTTEP South Mandar Limited.

Sebagai informasi, PTTEP mulai masuk ke Indonesia pada 2003 sebagai mitra Medco Energi untuk berinvestasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Namun, baru pada 2010 perusahaan plat merah milik Thailand ini  mendapatkan hak operasi dua blok migas dan tiga blok lainnya sebagai non-operator.

Saat ini, PTTEP sudah melepas sebagian blok migasnya dan fokus pada satu blok tersisa, yakni East Natuna.

Klinik Gerai Sehat, diresmikan pada tahun 2015 oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek ini, terwujud berkat hasil kerjasama dan kolaborasi PTTEP dengan Dompet Dhuafa, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang layanan kemasyarakatan.

Operasional pelayanannya dilakukan secara bertahap. Tahun pertama dimulai dengan penyediaan poli umum, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, serta farmasi.

Tahun kedua, mulai dibuka khusus penyakit tidak menular, seperti Hypertensi, Diabetes Melitus. Layanan ini berlanjut hingga tahun ketiga. Untuk tahun keempat, sudah tersedia layanan IGD 24 jam. Sedangkan layanan spesialisnya adalah penyakit dalam dan spesialis anak.

Menurut drg Ufo Pramigi, staf Direksi LKC Jakarta Dompet Dhuafa, pada tahun 2018 mendatang akan dibuka spesialis syaraf dan spesialis penyakit kulit dan kelamin. “Ini concern kita untuk memberikan layanan,” kata Ufo kepada indopetronews.com Selasa (7/11/2017) di klinik Gerai Sehat Rorotan, Jakarta Utara.

Karena Gerai Sehat ini berbasis kaum dhuafa, lanjut alumnus Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini, maka pihaknya melakukan pendataan dengan sistem kepesertaan. “Yang berobat disini adalah members, yang sudah dilakukan pengecekan atau survei kepada keluarga tersebut,” ungkap Ufo.

Setiap hari, tidak kurang dari 60 orang penerima manfaat dari klinik ini. Jam buka layanan dimulai pagi hingga pukul 17.00 WIB.

“Umumnya kita memberikan layanan periksa dan pengobatan. Ada yang harus melakukan pemeriksaan penunjang dulu serta dirontgen sehingga penerima manfaat dari klinik ini bisa maksimal,” ujar Ufo seraya mengimbuhkan pihaknya menggunakan standart klinik pratama.

Sebenarnya bila klinik ini hendak disesuaikan dengan standart pengembangan pihaknya sudah dapat membuka Rumah Sakit (RS) tipe B di Jakarta. “Tinggal ditambahi rawat inap saja,” tandas Ufo.

Untuk tenaga medis yang melayani penerima manfaat dari keberadaan Gerai Sehat ini masih cukup memadai. Jumlah dokter umumnya sebanyak 7 orang. Ada juga 2 orang dokter spesialis, ditambah seorang dokter gigi serta 6 orang perawat. Disamping itu ada ahli gizi, tenaga analis medis dan farmasi. Jumlah keseluruhan tenaga yang berkhidmat di Gerai Sehat sebanyak 30 -an orang.

Sementara itu, General Affairs Manager
Perseroan Terbatas PTT Exploration and Production (PTTEP) Malunda Limited dan PTTEP South Mandar Limited, Afiat Djajanegara mengutarakan bahwa pihaknya menganggarkan sebesar 3,5 juta USD untuk program kesehatan ini. “Apalagi klinik ini menggratiskan biaya pengobatannya bagi kaum dhuafa,” kata Afiat.

Pada tahun lalu, lanjut Afiat, terdapat sekitar 75.000 penerima manfaat dari Gerai Sehat ini. Padahal yang terdaftar berkisar 3000 an orang. “Kedepan, kita ingin naikkan 10% dari total penerima manfaat Gerai Sehat,” papar Afiat.

Dia juga berharap aktivitas klinik Gerai Sehat tetap berjalan, mandiri dan berkesinambungan pada saat masa kerjasama dengan  PTTEP telah usai. Karena itu diharapkan Gerai Sehat bisa berkoordinasi dengan BPJS.

Sedangkan Irwan Mardelis, Public Affairs & Relation Officer PTTEP Malunda Limited dan PTTEP South Mandar Limited menyatakan bahwa Gerai Sehat di Rorotan ini mendapat poin 1,3 berdasarkan Social Return on Investment (SROI). “Penilaian tersebut dilakukan oleh konsultan independen pada tahun 2015,” cetus Irwan. Artinya, keberadaan klinik ini  benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. “Kita memberikan tambahan 30% benafit yang diterima masyarakat,” terang Irwan.

Pararel dengan pelayanan kesehatan cuma-cuma klinik Gerai Sehat Rorotan, PTTEP juga menyelenggarakan employe engagement. “Kita melibatkan karyawan, mulai dari level GM hingga staf turun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk mengedukasi soal hidup sehat,” kata Irwan. Tujuannya untuk meningkatkan sense of bellonging terhadap kegiatan CSR dan lebih mendekatkan karyawan pada masyarakat di Jakarta. Acara ini mulai dilakukan pada tahun 2014. Dilaksanakan 2 kali dalam setahun. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*