Inovasi Bisa Jadi Perangsang Investor Migas

38800
Menteri Jonan Anggap Cost Recovery Sangat Ketinggalan Zaman
Foto : Istimewa

indoPetroNews- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menginginkan adanya beragam inovasi kebijakan di sektor ESDM mampu menjadi peluang bagi para investor berbisnis di Indonesia.

“Saya tahu ekonomi dunia sedang lesu, tapi ini yang bisa dicapai di mana outlook ekonomi Indonesia lebih bagus dari trend global. Ini adalah peluang berinvestasi setelah kami memiliki berbagai (inovasi) kebijakan di sektor ESDM,” kata  Jonan dalam salah satu diskusi,  Senin (6/11/2017) di Jakarta.

Di hadapan para investor Amerika Serikat, Jonan memaparkan beberapa inovasi kebijakan sektor ESDM dalam konsep #EnergiBerkeadilan, antara lain pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan harga terjangkau, mereformasi kepastian bisnis Power Purchase Agreement (PPA) dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 49 Tahun 2017, serta mengubah sistem tender pada Wilayah Kerja (WK) Migas dengan sistem Online.

Tak cukup itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM juga mengganti Production Sharing Cost (PSC) Cost Recovery menjadi PSC Gross Split, merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010 menjadi PP Nomor 27 Tahun 2017, pengembangan kilang migas oleh Badan Usaha Swasta, serta menyerdehanakan perizinan.

Melalui berbagai inovasi kebijakan tadi, imbuh Jonan, para investor melirik berbagai peluang investasi yang sudah disediakan, seperti program 35.000 MW yang masih terbuka buat swasta sebesar 6 Gigawatt (GW). “Ini adalah peluang 6 GW masih terbuka untuk berinvestasi. Akan segera dibuka dan akan kami pelajari dulu detailnya,” tuturnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*