Keuangan Pertamina Kerap Tertekan Hingga Kuartal Keempat 2017

15200
Produksi Gas PHE Kuartal I 2018 Naik Dua Persen
Foto : tahuberita.com

indoPetroNews- Keuangan PT Pertamina (Persero) kerap tertekan hingga kuartal keempat tahun ini. Belum adanya penyesuaian harga BBM dengan harga keekonomian menjadi faktor utama hal tersebut.

Laba bersih Pertamina pada kuartal III tahun ini tercatat senilai USD1,99 miliar, lebih kecil dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar USD 2,83 miliar. Padahal rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mengalami kenaikan sebesar USD 48,86 per barel.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan, BBM jenis premium yang dijual luar Jawa, Madura, dan Bali seharusnya dipatok di kisaran Rp7.150 per liter. Sementara untuk biosolar yang sekarang harganya Rp5.150 per liter, harga keekonomiannya di kisaran Rp6.500 per liter.

“Harga minyak dari September ke sekarang sudah naik lebih dari 10 persen. Apabila tidak menggunakan formula harga keekonomian, otomatis akan berlanjut mengalami tekanan di kuartal IV/2017,” ujarnya di Jakarta, Kamis (02/11/2017).

Sementara Direktur Pemasaran Pertamina M. Iskandar mengungkapkan jika konsumsi Premium mengalami penurunan hingga 35 persen.

“Volume konsumsi Premium pada 9 bulan tahun lalu mencapai 8,42 juta kl (kiloliter). Sementara konsumsinya pada sembilan bulan tahun ini hanya mencapai 5,49 juta kl,” kata Iskandar.

Menurutnya, penurunan itu terjadi karena pola konsumsi masyarakat sudah mulai bergeser ke jenis bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik.

Dengan kondisi tersebut, volume konsumsi BBM Pertamina jenis Pertalite dan Pertamax terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dia menilai, kenaikannya cukup signifikan, khususnya Pertalite.

“Pertumbuhan pertamax per september dibandingkan dengan tahun lalu 2,49 juta kl, tahun ini 4,8 juta kl. Pertalite cukup signifikan naiknya. Tahun lalu di September mencapai 3 juta kl. Tahun ini sampai naik 10,27 juta kl atau naik 240 persen. Untuk Pertamax Plus ada kenaikan 27 persen, Pertamina Dex dan Dexlite naik 32,5 persen,” katanya.

Sedangkan porsi pasar BBM jenis bensin atau gasoline Pertamina, kata Iskandar didominasi Pertalite dengan 42,21 persen, disusul Premium 39,9 persen, Pertamax 17,1 persen, dan Pertamax Turbo sebesar 0,8 persen. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*