Kembangkan EBT, Gorontalo Didorong Selesaikan RUED

30000
Kembangkan EBT, Gorontalo Didorong Selesaikan RUED
istimewa

 

Berpotensi besar di sektor energi baru dan terbarukan (EBT), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dorong Provinsi Gorontalo segera rampungkan Rancangan Umum Energi Daerah.

“Gorontalo harus segera menyelesaikan RUED Provinsi agar dapat selaras dengan kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Mengingat menurut Pasal 17 ayat 1 Perpres 1 tahun 2014 RUED P ditetapkan paling lambat 1 (satu) tahun setelah RUEN ditetapkan,” kata Anggota Komisi VII Rofi Munawar dalam kunjungan kerja (kunker) Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gorontalo, Selasa (31/10). Gorontalo mejadi salah satu dari sembilan provinsi yang belum menyusun RUED.

Rofi menjelaskan bahwa RUED berguna dalam memformulasi kebutuhan energi daerah agar sesuai kebutuhan dan potensi yang ada. Terlebih tahun lalu Provinsi tersebut telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai Provinsi berpredikat Konservasi.

“Gorontalo memiliki posisi yang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia selain Sulawesi selatan. Atas alasan itu, dipastikan pasokan energi akan sangat besar. Karenanya dibutuhkan sebuah proyeksi energi yang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujar Rofi.

Salah satu tujuan RUEN yaitu meningkatkan peran daerah dalam pengelolaan energi nasional. Untuk itu dalam matriks program rancangan RUEN, Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab dalam mengkoordinasikan 102 rencana kegiatan antara lain terkait dengan Survei Potensi, Pemanfaatan ET Setempat, Infrastruktur, Pemanfaatan Lahan untuk Energi ,Konservasi dan Efisiensi, peningkatan peran BUMD, peningkatan teknologi, penyediaan subsidi dan peningkatan SDM

“Kementerian ESDM harus melakukan secara serius melakukan asistensi yang kontinyu dan inventarisasi kendala yang dihadapi provinsi yang masih terkendala dalam penyusunan RUED,” tegasnya.

Sejumlah tantangan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun DEN diantaranya mendampingi daerah untuk mensinergikan Rancangan RUED-P yang sudah ada dengan perencanaan pembangunan lainnya berbasis pada pemanfaatan energi setempat dan sesuai dengan kebutuhan daerah. Disisi lain dalam prosesnya harus tetap memperhatikan kekhasan serta kearifan lokal (local wisdom) masing-masing daerah

Sebagaimana diketahui, masih terdapat sembilan provinsi yang belum rampung menyusun RUED. Kesembilan provinsi tersebut adalah Papua Barat, Papua, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara. Dari sembilan provinsi tersebut, sudah ada tiga provinsi yaitu Papua, Papua Barat dan Sulawesi Utara yang sudah siap melaksanakan penyusuan RUED. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*