Stok LNG Sisa Jatah PLN Diekspor

25400
Petronas Kirim Kargo LNG Pertama ke S-Oil Korsel
Foto : linkedin.com

indoPetroNews- Direktur Jenderal Minyak dan Bumi (Migas), Ego Syahrial, membenarkan keputusan Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan menjual murah stok Liquefied Natural Gas (LNG) sisa jatah Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepasar spot. Hal ini dikarenakan penyerapan PLN akan LNG hanya mencapai 85 persen.

“Dua tahun terakhir memang penyerapan dari pada PLN turun. Kalau tidak salah 2016 itu 75 persen, 2017 sampai saat ini baru 85 persen. Jadi boleh dibilang memang ada beberapa tidak terserap,” kata Ego saat konferensi pers di Gedung ESDM (27/10/17). Hal ini berdampak menumpuknya uncommitted cargo yang harus dilempar ke pasar spot.

Ego menjelaskan, Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengimbau PLN dan pembeli gas untuk bisa komitmen untuk menyerap gas yang sudah diproduksi seperti kesepakatan jual beli. Hal ini untuk mengantisipasi adanya uncommitted cargo sehingga tak perlu dilepas ke pasar ekspor melalui pasar spot.

“Kemarin Pak Menteri ESDM ke Jepang, kita bicara sama buyers kita dalam rangka antisipasi (spot cargo), tapi di saat yang bersamaan kita minta PLN betul-betul melakukan penyerapan dengan baik, ujar Ego.

Kurangnya infrastruktur juga menjadi salah satu penyebab banyak LNG tak terserap di dalam negeri. Terkait Infrastruktur ini, kepada penyedia teknologi di Jepang, Menteri ESDM telah meminta agar disiapkan rig base platform power plant atau teknologi 3 in 1 yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“Pak Menteri sudah minta ke para supplier teknologi di Jepang, yang dibutuhkan di Indonesia itu teknologi yang kita sebut 3 in 1 yaitu storage, regasification, langsung turbin. Karena pulau-pulau kita kecil, nggak mungkin kita di Ambon, di Papua kita bangun full power plant karena ongkosnya mahal sekali, ” kata Ego, pekan lalu.

Dengan adanya fasilitas ini, kata dia, akan memudahkan Pemerintah Indonesia memenuhi kebutuhan energi di wilayah kepulauan. “Kalau Jawa memang butuh FSRU. Tapi kalau di pulau-pulau yang kecil seperti Maluku yang memiliki 1.800 pulau, tentu kita pilih yang kecil seperti rig base platform power plant. Jadi ada storage, regasification, langsung di situ dibangun pembangkit listriknya, ” ujarnya. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*