SKK Migas Anugerahkan Penghargaan Perusahaan Migas Nasional dan Internasional

3900
SKK Migas Anugerahkan Penghargaan Perusahaan Migas Nasional dan Internasional
istimewa

indoPetroNews- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan kegiatan Pemberian Apresiasi Kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Eksploitasi dan Penyerahan LHP Tahun Buku 2016 oleh Bidang Pengelolaan Pengadaan.

Acara ini diselenggarakan pada Senin (30/10/2017) pukul 08.00 s.d. 11.30 WIB di Ruang Rapat Serbaguna P9 A&B, Gedung City Plaza, Jakarta 12710

Agenda acaranya adalah pemberian penghargaan kepada The Best KPI 2016 Group I, Group II, dan Group III.

Peraih penghargaan Group I, Kontraktor KKS dengan Kinerja Terbaik Pengelolaan Rantai Suplai adalah PHE ONWJ.

Peraih penghargaan Group II, Kontraktor KKS dengan Kinerja Terbaik Pengelolaan Rantai Suplai adalah PHE WMO.

Peraih penghargaan Group III, Kontraktor KKS dengan Kinerja Terbaik Pengelolaan Rantai Suplai adalah Lapindo Brantas Incorporated.

Sedangkan untuk kategori Kinerja Terbaik Pelaporan Group I adalah BP Indonesia.

Untuk kategori Kinerja Terbaik Pelaporan Group II adalah Premier Oil Natuna CBP

Untuk kategori Kinerja Terbaik Pelaporan Group III adalah JOB Medco EP Tomori Sulawesi.

Sementara untuk kategori Optimalisasi Aset diraih oleh Medco EP Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris SKK Migas, Arief Setiawan Handoko, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan migas yang meraih penghargaan ini. “Kalau dilihat dari group I, II dan III ini national oil company semua. Bahkan PHE ONJ sudah 6 kali meraih penghargaan. Ini luar biasa, kok tidak ada yang menggantikan,” kata Arief. “Selamat juga kepada PHE WMO yang tahun lalu masuk nominasi. Tahun ini PHE WMO bisa dapat penghargaan. Saya ucapkan selamat juga kepada Lapindo Brantas,” kata Arief.

Arif juga mengapresiasi perusahaan BP Indonesia, Premier Oil, JOB Medco Tomori dan Medco EP Indonesia yang meraih penghargaan kategori Kinerja Terbaik Pelaporan dan kategori  Optimalisasi Aset.

Dia juga menyatakan yang meraih penghargaan adalah perusahaan nasional migas. “Ini menimbulkan pertanyaan. Perusahaan besar sekelas Chevron, BP Indonesia dan Conoco Phillips memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan tapi aspek kepatuhannya malah dianggap kurang. Mungkin ada benturan peraturan yang ada disana dengan yang disini,” ungkap Arief. Oleh karena itu, dirinya  meminta pihak divisi rantai suplai untuk melihat lagi.

Arief mengemukakan bahwa penilaian dalam penghargaan dilakukan deng seobjektif mungkin. “Ada standar-standar baku yang telah diberlakukan,” lanjut Arief. Selain itu juga ada sistem penilaian yang transparan.

Dalam acara ini juga diserahkan buku Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan PRS KKKS Tahun Buku 2016 kepada para Kontraktor KKS. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*