Pengamat Pertanyakan Menteri ESDM Jadi Marketing SPBU Swasta

32300
Holding Migas Ciptakan Peluang Utang Gede
Foto : harianterbit.com

indoPetroNews- Peresmian SPBU swasta di Jakarta, yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengajak seluruh jajarannya menuai protes dan kritik dari sejumlah pihak.

Menurut Salamuddin Daeng, pengamat energi, selayakny peresmian semacam ini cukup dilakukan oleh sebuah event organizer saja. “Tidak perlu sekelas menteri. Bagaimana pajabat negara jadi sales perusahaan pedagang minyak eceran swasta. Ada apa ini?,” tanya Salamudin kepada sejumlah media, Senin (30/10/2017) di Jakarta.

Pihaknya telah lama mendengar bahwa Pertamina akan dipaksa menjual kembali menjual BBM RON 88/89 (premium).

“Konon kabarnya karena pemasok BBM impor jenis ini yang dipasok oleh oligarki/ orang dekat penguasa.

Jadi ini ternyata maksud pemerintah mencabut subsidi premium. Supaya asing bisa menjual premium langsung dan membuka SPBU di Indonesia. Pembukaan SBPU asing dilakukan di daerah yang basah yakni kota besar dan dimulai dari Jakarta. Ini jelas skandal,” tandas Salamudin.

Sementara Pertamina, lanjutnya, disuruh menjual BBM dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Pertamina diminta menjual BBM satu harga di seluruh Indonesia. Pertamina diminta melakukan subsidi BBM satu harga tersebut. “Jelas saja Pertamina akan bangkrut!,” tegasnya.

Salamudin mempertanyakan apakah ini hanya karena ada pengusaha yang kuat dan punya kedekatan dengan kekuasaan yang mau impor BBM Ron 88/89, sehingga pemerintah rela mengubah arah kebijakan sektor perdagangan BBM. Apalagi BBM ini nantinya akan disubsidi oleh pemerintah kembali yang sebelumnya BBM ini telah dicabut subsidinya yang dikelola Pertamina.

Padahal sebelumnya, kata Salamudin, pemerintah berkomitmen untuk mengurangi ron 88 /89  dan sejenisnya. “Eh, malah sekarang mengimpor ron 88 dan nanti akan disubsidi lagi. Apakah ini terkait pengumpulan uang untuk persiapan memenangkan pemilu 2019 mendatang?,” ujar Salamudin.

Hal yang paling memalukan, lanjutnya, Menteri ESDM dijadikan sebagai sales atau marketing mereka. Ini penghinaan terhadap institusi negara. “Apalagi yang mengundang wartawan adalah pihak ESDM, ini sudah keterlaluan!,” tandas Salamudin. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*