Arab Saudi Sepakat Akhiri Surplus Minyak

5700
ICP Indonesia  November Capai US$ 59,34 Per Barel
buzznigeria.com

indoPetroNews- Pasar minyak mentah di dunia mendapatkan dukungan dari komentar Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih pada akhir pekan ini yang mengulangi tekad Kerajaan untuk mengakhiri kondisi melimpahnya surplus minyak global yang telah menekan harga minyak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Selain didorong oleh faktor meningkatnya persediaan (Inventories) minyak Amerika Serikat (AS) pekan lalu, penurunan harga minyak mentah juga disebabkan oleh adanya aksi profit taking Investor setelah rally bullish dalam beberapa pekan.

“Tren harga minyak naik, namun semakin kehilangan tenaga (untuk kembali naik),” kata Robin Bieber, Analis Teknikal dan Direktur Pialang PVM Oil Associates di London, seperti dikutip Reuters, Senin (30/10/2017).

Persediaan minyak AS meningkat sebesar 856,000 barrel pekan lalu, menurut laporan Energy Information Administration (EIA), mematahkan ekspektasi ekonom yang sebelumnya memprediksi Inventories akan mengalami penurunan sebesar 2.6 juta barrel. Tampaknya, aktivitas kilang minyak AS yang kembali normal pasca badai menjadi faktor utama penyebab persedian minyak mentah Negeri Paman Sam kembali meningkat.

Produksi minyak AS kembali bergeliat dengan meningkatkan produksi sebesar 1.1 juta barel per hari (bph) pekan lalu menjadi 9.5 juta bph. Sementara itu, ekspor minyak mentah AS juga meningkat menjadi 1.7 juta bph. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*