SP FKPPA Pertamina Dorong Dibentuk Direktorat Perkapalan dan EBT

26200
SP FKPPA Pertamina Dorong Dibentuk Direktorat Perkapalan dan EBT

indoPetroNews – Peran bagian perkapalan di Pertamina tidak dapat pandang sebelah mata karena telah ada sejak dahulu. Sejatinya diperbesar. Bagaimana  membesarkannya?

“Tentu tidak hanya dengan memperbanyak jumlah armada kapal tetapi juga memperkuat dan memperbesar Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Sofyani Faisol Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (FKPPA) Pertamina kepada sejumlah media, Jumat (27/10/2017) di Bandung Jawa Barat.

Diperbesar seperti apa? “Pertama, diperbesar aspek  teknologinya, SDM untuk pelaut di atas kapal dan maintenance-nya supaya jiwa-jiwa service distribusi ada di kalangan pelaut,” kata Sofyani.

Aspek kedua, lanjut Sofyani, kalau hal tersebut sudah bisa dijaga maka kebocoran-kebocoran yang seperti losis tinggi dari segala macamnya akan mudah menatanya. Apalagi dengan kapal-kapal milik yang diawaki oleh perwira yang notabene karyawan-karyawan  Pertamina.

Saat ditanya tentang belum dibentuknya Direktorat Perkapalan Pertamina, Sofyani menyatakan, “Pihaknya  bukan hendak  membentuk ya tapi memang dulu kan sudah ada. Ini dikembalikan. Ini perjuangan kami sudah mulai 3 tahun yang lalu tapi malah terbentuk anak perusahaan dengan alasan agar lincah dan segala macamnya”.

Dia menegaskan, kalau memang aspek efisiensi dengan tidak menambah Direktorat baru dengan efisiensi maka hal tersebut, saat itu bisa diterima. “Ternyata kok malah ada penambahan Direktorat baru. Jelas ini sudah melanggar komitmen efisiensi,” ujar Sofyani. Oleh sebab itu pihaknya mempertanyakan mengapa tidak Direktorat Perkapalan/Maritim.

Lebih jauh, Sofyani mengungkapkan, pihaknya juga mengadakan seminar terkait perkapalan untuk menguji seberapa besar peran perkapalan di dunia maritim dan peran perkapalan untuk menunjang kedaulatan energi nasional.

Hadir dalam acara yang bertajuk Seminar dan Focus Group Discussion Kedaulatan Maritim Sebagai Poros Penunjang Kedaulatan Energi Nasional beberapa nasumber, yaitu
Prof Juajir Sumardi, Guru Besar Unhas dan Kolonel Laut P. Salim. Acara seminar diselenggarakan pada Jumat (27/10/2017) di salah satu hotel di kawasan Dago Bandung Jawa Barat.

Sofyani juga mengungkapkan jika Direktorat Perkapalan dibentuk maka akan membawa dampak positif bagi Pertamina. Di antaranya sistem investasi akan lebih aple to aple. Selama ini shipping investasinya dinomortujuhbelaskan. Selain itu juga dapat memotong alur birokrasi yang agak panjang. Dampak lainnya adalah akan memudahkan pembentukan anak perusahaan-perusahaan supporting perkapalan.

Sedangkan Ugan Gandar, pengamat energi, menyayangkan penghapusan Direktorat EBT Pertamina. “Seharusnya ada dibentuk Direktorat Shipping dan EBT,” kata Ugan. Bisnis shipping tidak akan pernah mati selama Indonesia masih menjadi negara kepulauan.

Sedangkan Energi BaruTerbarukan (EBT), lanjut Ugan, akan menjadi bisnis global pada masa mendatang seiring akan berakhirnya era energi berbasis fosil. “Pada tahun 2035 energi fosil diprediksi habis dan berganti jadi EBT,” kata Ugan. Indonesia, Kongo, Peru dan Brazil adalah negara-negara yang memiliki potensi EBT yang sangat besar.

Diketahui, PT Pertamina menambah jajaran direksi baru perseroan, Selasa (15/8/2017). Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) nasional tersebut juga melakukan perombakan beberapa direksi.

Keputusan itu diambil melalui surat keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT Pertamina. Adapun surat itu dengan Nomor SK-160/MBU/08/2017, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan PT Pertamina.

Dengan perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi PT Pertamina menjadi sebagai berikut:
1. Direktur Utama: Elia Massa Manik
2. Direktur Keuangan : Arief Budiman
3. Direktur Hulu: Syamsu Alam
4. Direktur Gas: Yenni Andayani
5. Direktur Pemasaran : Muchamad Iskandar
6. Direktur Manajemen Aset : Dwi Wahyu Daryoto
7. Direktur Pengolahan : Toharso
8. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko :Gigih Prakoso
9. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia : Ardhy N Mokobombang
10. Direktur SDM : Dwi Wahyu Daryoto. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*