Investor Butuh Kepastian Revisi Undang-Undang Migas

4900
Investor Butuh Kepastian Revisi Undang-Undang Migas

indoPetroNews – Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung apapun yang dilakukan dalam Revisi Undang-undang Migas dengan satu catatan. Apa catatannya?

“Sepanjang hak-hak pekerja tetap diperhatikan. Artinya kita siap bekerja dalam bentuk apapun karena kami selama ini berkecimpung di SKK Migas dan tentu mempunyai pengalaman, profesionl dan kapasitasnya masih bisa dipakai untuk rezim Undang-undang ke depan,” kata Dewan Pembina Serikat Pekerja SKK Migas, Elan Biantoro, dalam satu diskusi, Kamis (26/10/2017) di Jakarta.

Dengan ungkapan lain, Serikat Pekerja menuntut kepastian nasib para karyawan? “Jelas. Sebetulnya yang menuntut bukan kami, tapi yang menuntut adalah keadaan dan negara. Kalau UU Migas dibuat ngambang seperti ini, jangan harap ada investor yang mau bekerjasama. Apalagi investor yang berkelas dunia, karena yang dibutuhkan oleh mereka adalah kepastian hukum,” tandas Elan.

Elan tidak menampik bahwa selama ini bentuk SKK Migas sifatnya ad hoc dan akan berubah. Padahal investasi migas dalam bentuk jangka panjang dan puluhan tahun.  “Bagaimana investor mau mulai dengan sesuatu yang tidak jelas. Makanya harus diperjelas seperti apa bentuk SKK Migas  kedepan. Apakah ada badan usaha khusus atau kembali ke Pertamina. Itu membutuhkan kepastian,” tegas Elan.

Saat ditanyakan apakah idealnya SKK Migas menjadi Badan Usaha Khusus atau kembali lagi ke Pertamina, Elan menjawab, “Kalau Serikat Pekerja tidak mempermasalahkan apakan Badan Usaha Khusus atau kembali ke Pertamina. Kalau Badan Usaha Khusus itu berarti hal baru lagi. Nanti akan merembet ke revisi UU BUMN dan sebagainya. Lebih baik hal yang sudah ada tinggal diperbaiki saja di Pertamina. Itu jauh lebih mudah daripada membentuk lembaga baru yang menjadi kelinci percobaan lagi. Yang sudah ada  kuatkan, kenapa kita bentuk yang baru lagi”.

Dia juga menegaskan bahwa situasi migas nasional saat ini sangat genting. Karena dampak buruk sektor migas 10 tahun mendatang akan dirasakan oleh anak cucu. “Saat harga minyak tinggi beberapa tahun yang lalu kita melewati momentum untuk menata migas kita dengan baik.  Akhirnya kita terpuruk seperti yang kita rasakan saat ini dan korban begitu banyak.

Semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang nasional, lanjut terang Elan, banyak berguguran. Perusahaan pendukung migas juga begitu. Kita tahu perusahaan pendukung migas sangat banyak. Itu banyak yang bangkrut. “Oleh sebab itu, regulasi migas  harus dibuat kokoh dan terstruktur yang bisa mengakomodasi perbaikan di sektor hulu dan hilir,’ tegasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*