Pemerintah akan Ekspor Sisa LNG Dalam Negeri

22700
Petronas Kirim Kargo LNG Pertama ke S-Oil Korsel
Foto : linkedin.com

indoPetroNews- Pemerintah akan mengekspor 38 kargo Liquefied Natural Gas (LNG) jatah dalam negeri yang belum laku. Hal ini sudah disetujui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, September lalu.

“Pak menteri sudah memutuskan dengan cepat. Kalau ini tidak diambil bisa diputuskan ekspor,” kata Pengawas Internal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taslim Z Yunus, di Jakarta, Rabu (25/10).

Menurut Taslim, puluhan kargo tersebut tidak laku di dalam negeri karena beberapa hal. Salah satunya adalah rendahnya konsumsi LNG dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN, sebagai pembeli utama. Sedangkan LNG hanya digunakan untuk pembangkit saat berada di beban puncak.

“Kebutuhan PLN terbatas, karena mereka memakai gas untuk peaker saja,” kata Taslim.

Selain serapan PLN yang rendah, industri dalam negeri juga tidak banyak membeli gas tersebut. Alhasil masih ada kargo LNG jatah dalam negeri yang tersisa tahun ini.

Agar tak terulang tahun depan, SKK Migas telah menanyakan komitmen pembeli LNG dalam negeri untuk menyesuaikan alokasi gas dengan kebutuhannya. “Sehingga jangan diminta banyak tapi realisasi gak sesuai, karena buat kita itu merugikan negara, karena kalau dijual ke spot harganya jadi murah,” kata dia.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher juga pernah mengatakan jatah LNG dalam negeri tahun ini diperkirakan hanya akan terserap 76% dari alokasinya. Adapun kargo yang terserap sekitar 47,03 kargo dari total alokasi 61,90 kargo. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*