Dibantu KSPN, SP SKK Migas Dorong Revisi UU Migas

23000
Capaian Hulu Migas Semester I/2018: Eksplorasi Masih Harus Digenjot
Foto : eksplorasi.id

indoPetroNews- Mendorong agar Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) segera rampung, Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SP SKK Migas) menggandeng Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN). Hingga kini revisi masih di tahap pembahasan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama kurang lebih lima tahun lamanya.

Selain KSPN, SP SKK Migas pun dibantu elemen lain baik dari organisasi serikat pekerja, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat.

“Mereka mendukung kami dalam mendorong revisi uu migas yang sudah terkatung-katung selama kurang lebih lima tahun dari tahun 2012 hingga sekarang (2017),” ujar Pengurus Serikat Pekerja SKK Migas, Bambang Dwi Djanuarto, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Bambang mengatakan revisi UU Migas ini dinilai penting karena situasi Indonesia saat ini berada dalam kondisi krisis energi dikarenakan belum adanya kepastian hukun dalam konteks tata kelola hulu migas hingga saat ini.

“Kami bersama KSPN meminta Pemerintah dan DPR segera menyelesaikan amanat Mahkamah Konstitusi yaitu membentuk lembaga atau badan usaha permanen yang bisa melakukan pengusahaan sumber daya alam Indonesia untuk mengelola hulu migas,” jelas Bambang.

Selain soal Kelembagaan Hulu Migas, SP SKK Migas juga mengaharapkan pencantuman hak pekerja agar dicantumkan dalam Revisi UU Migas pasal peralihan. “Kami meminta agar hak-hak pekerja SKK Migas untuk langsung dipekerjakan kembali di lembaga atau badan usaha yang permanen tersebut dicantumkan dalam draft Revisi UU Migas untuk disahkan oleh DPR dan Pemerintah,” kata Bambang.

Sementara itu, Wakil Sekretaris KSPN pusat sekaligus sebagai Ketua DPW KSPN Jabar, Edi Antara mengatakan, sangat menyambut baik keinginan dari SKK Migas mengingat kesejahteraan para pekerja menjadi tanggungjawab bersama yang harus diperjuangkan khususnya oleh serikat pekerja.

Sebagai langkah kerjasama tersebut, Edi mengaku dalam waktu dekat akan segera membentuk tim khusus untuk mengkaji revisi UU Migas dan menentukan langkah-langkah yang akan diambil kemudian.

“Jadi dalam perjuangan ini dalam waktu dekat saya masih menunggu nanti seperti apa yang akan kita lakukan bersama untuk memperjuangkan yang tadi disampaikan oleh SKK Migas melalui kerjasama atau melalui satu konfederasi,” ucapnya. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*