BBH Layak Jadi Sumber Energi Nasional

4900
BBH Layak Jadi Sumber Energi Nasional
Foto : penggagas.com

indoPetroNews- Indonesia memiliki sumber hidrogen berlimpah yang bisa  dieksplorasi menjadi bahan energi. Bahan Bakar Hidrogen (BBH) layak dipertimbangkan sebagai salah satu sumber energi nasional. Demikian salah satu poin penting pikiran Iwan Ratman PhD dalam  kuliah umum terbuka, pada Kamis (19/10/2017) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.

Paparan tersebut turut dihadiri sejumlah ilmuwan dari Jepang, Jerman dan berbagai negara asing  lainnya. Presiden Direktur PT Petro T and C International ini juga mengelaborasi soal potensi bahan bakar hidrogen di Tanah Air.
Menurutnya, negeri sejatinya  memiliki sumber daya energi alternatif dari bahan bakar hydrogen yang sangat potensial.

Dari sekian banyak energi terbarukan, ungkap Iwan, Bahan Bakar Hidrogen  (BBH) merupakan energi yang ramah lingkungan.  ‘’Produk hasil pembakarannya hanya air sehingga tidak menjadi polusi. BBH telah digunakan sebagai bahan bakar roket,’’ ujar alumnus ITB dan Undip serta  Universitas Texas dan Imperial College London itu.

Dia juga menerangkan dengan hidrogen yang relatif sedikit direaksikan dengan oksigen  menghasilkan energi yang dapat mengantarkan roket keluar angkasa. Prinsip ini telah menjadi pemikiran di Eropa untuk mencanangkan BBH sebagai sumber energi nasional, seperti Swedia dan Inggris.

Indonesia, katanya, memiliki sumber hidrogen berlimpah  yang bisa  dieksplorasi menjadi energi sehingga pencanangan BBH sebagai sumber energi nasional sangat cocok diterapkan.

Selain membahas bahan bakar hydrogen, Iwan juga menyatakan bahwa penelitian di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) makin berkembang untuk mengantisipasi adanya krisis energi. “Itu bukan hanya menjadi isu di dunia, tetapi juga menjadi isu di Indonesia,” tandasnya.

Sejauh ini Indonesia masih menggunakan energi fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas bumi) sebagai sumber energi utama. Pemakaian energi fosil akan menyebabkan pemanasan global akibat sisa pembakarannya yang berupa gas CO dan CO2.

Terkait BBH, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah merancang skuter hidrogen.

Skuter hidrogen merupakan hasil kerja sama dua bagian LIPI, yaitu Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2 Telimek) dan Pusat Penelitian Bioteknologi. Selain itu, proyek ini juga melibatkan pihak Feng Chia University di Taiwan yang membuat tangki penyimpanan hidrogen.

Kepala P2 Telimek Budi Prawara menjelaskan proyek ini adalah konversi dari sepeda motor konvensional berbahan bakar bensin hingga bisa meneguk bahan bakar hidrogen. Pusat Penelitian Bioteknologi yang mengkaji bagaimana hidrogen dalam bentuk gas bisa dijadikan bahan bakar.

“Hidrogen adalah energi masa depan. Di Jepang sudah diimplementasikan untuk pembangkit dan di rumah tangga. Sekarang negara-negara maju, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan termasuk Indonesia jadi pemimpin teknologi hidrogen,” kata Budi, Senin (10/10/2017).

Skuter hidrogen LIPI rencananya akan diperkenalkan untuk publik di Indonesia Science Expo (ISE) yang akan digelar 23 – 26 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*