Teknologi Informasi Percepat Proses Tata Kelola Hulu Migas

16200

indoPetroNews- Untuk meningkatkan optimasi dan kerja cepat serta efisien dalam industri hulu minyak dan gas bumi dibutuhkan berbagai perangkat dukungan. Salah satunya lewat Teknologi Informasi (TI).

“Dengan bantuan TI proses kerja cepat dan efisien bisa dicapai. Misalnya dengan perangkat Authorization for Expenditure (AFE) Manager,” kata Taslim Z. Yunus, Pengawas Internal Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam acara Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) bertajuk Optimasi Tata Kelola untuk Efisien Proses Kerja yang Cepat dan Akuntabel pada Kamis – Jumat (19-20/10/2017) di City Plaza Jl Gatot Subroto Jakarta. Sayangnya tidak banyak pihak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang menggunakan sistem tersebut.

Pihaknya, kata Taslim mendorong penggunaan sistem AFE Manager. “Sebab menggunakan IT dapat mempercepat proses pengambilan keputusan yang hendak diambil,” katanya. Disamping AFE Manager juga telah disosialisasikan penggunaan Centralized Integrated Vendor Database (CIVD), yang mengefisienkan proses pengadaan barang dan jasa dalam industri padat modal dan teknologi ini.

“Salah satu kelemahan dari proses pengadaan barang dan jasa adalah data yang diberikan belum cukup,” ungkap Taslim.

Aspek lain yang dapat memperlancar tata kelola usaha hulu migas adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM). “Ini menyangkut kompetensi dan leadership dalam satu tim kerja sebuah perusahaan,” ungkap Taslim.

Lebih jauh Taslim juga mengungkapkan tentang tugas pokok SKK Migas. Diantaranya adalah memberikan pertimbangan kepada Menteri ESDM terkait persiapan Wilayah Kerja (WK) migas; mengevaluasi PoD; menyetujui PoD; mengevaluasi WP&B; melakukan monitoring dan menunjuk penjual migas bagian negara.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Tantri Abeng, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Tantri memberikan paparan terkait urgensinya manajemen dan leadership dalam sebuah perusahaan atau organisasi. “Perusahaan yang bagus ditentukan pula oleh kadar kapasitas dari seorang pemimpinnya,” kata Mantan Menteri Pendayagunaan BUMN era Soeharto ini. Disamping itu, faktor komunikasi tidak kalah pentingnya dalam sebuah perusahaan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*