Inpex Bersedia Lakukan FEED Masela Skema Onshore

62800
Ada 16 WK Gunakan Skema Gross Split
Foto : sindonews.com

indoPetroNews – Proyek gas bumi  Abadi Masela yang semula sempat menjadi perdebatan publik lantaran beralihnya dari skema offshore ke onshore, telah menunjukkan titik terang.  Tidak lama lagi,  skema onshore  yang diajukan akan segera terealisasi. Apa indikatornya?

Setelah kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ke Inpex selaku operator Blok Masela di Jepang, beberapa bulan lalu, pihak Inpex bersedia untuk melakukan Pre Front-End Engineering Design (FEED) atau prarancangan pengembangan Blok Masela dengan skema yang baru, onshore.

“Saat ini kita sedang melakukan diskusi intens untuk mempersiapkan pre-FEED. Authorization for Expenditure (AFE) sendiri sudah disetujui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),” kata Kepala Unit Percepatan Proyek (UPP) Abadi Masela SKK Migas, Luky Yusgiantoro kepada indopetronews.com Jumat (13/10/2017) di ruang kerjanya, lantai 23 Wisma Mulia, Jakarta. Selanjutnya tinggal menunggu pelaksanaannya.

Menurut putra Mantan Menteri ESDM Poernomo Yusgiantoro ini, proses FEED membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. “Ya kira-kira selesai pada pertengahan hingga akhir tahun 2018,” katanya.

Selanjutnya, imbuh Luky, baru masuk PoD (Plan of Development). Dari revisi PoD bisa dilihat tingkat keekonomian dan cadangan atau biayanya. Sedangkan FEED lebih pada keteknikannya.

Dia juga mengungkapkan bahwa kapasitas Liquefied Natural Gas (LNG) dari Blok Masela sekitar 9,5 metric ton per annum (MTPA). Gas pipanya sekitar 105 million metric standard cubic feet per day (MMSCFD).

Tantangan dari Blok Masela ini, lanjut Luky, terletak pada keekonomian dan komersialisasinya. Blok ini diperkirakan bisa berproduksi pada tahun 2025 atau 2026. “Saat itu kita belum tahu bagaimana pasar global LNG. Kalau saat ini harga LNG masih rendah,” ujar Luky.

Di menambahkan, produksi gas Masela akan diperuntukkan bagi kebutuhan domestik. Namun saat ditanyakan berapa kapasitas yang diproyeksikan gas tersebut untuk dalam negeri, dia belum bisa memastikan.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pengelolaan kilang LNG Masela harus dibangun di darat (onshore) pada Maret 2016 lalu. Blok Masela, yang didominasi gas  berada di Laut Arafuru di Indonesia bagian timur. Blok ini dikelola  Inpex Corporation (Jepang) bersama Shell (Belanda). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*