Pemerintah Pertegas Monitoring Migas Berbeda dengan Reporting

Pemerintah Pertegas Monitoring Migas Berbeda dengan Reporting
Foto : merdeka.com

indoPetroNews – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), mempertegas sistem monitoring produksi minyak dan gas bumi (migas), berbeda dengan reporting pelaksanaan lifting yang selama ini dilakukan.

“Sistemnya bukan lagi reporting, kenapa beda? Karena selama inikan ada juga di lifting tapi itukan lewat servernya KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) dan KKKS mereport ke SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi). Nah itu namanya reporting sedangkan monitoring tidak seperti itu. Monitoring langsung melakukan pencatatan bukan berdasarkan laporan dan itu prinsip,” tegas Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Indramayu, Kamis (12/10/17).

Penegasan itu disampaikan saat Archandra meninjau pelaksanaan pemasangan Flow Meter atau alat monitoring hasil produksi migas di lapangan migas PT Pertamina EP Asset 3 di Jatibarang Indramayu Jawa Barat.

Archandra mengatakan, sistem monitoring (Flow Meter) ini wajib terhubung dengan sistem teknologi informasi SKK Migas dan Direktorat Jenderal Migas dalam rangka pemantauan secara online real time produksi dan lifting gas bumi. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) wajib memberikan akses dalam pelaksanaan pembangunan, pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan sistem monitoring. Dia menegaskan, Menteri ESDM dapat memberikan sanksi administratif kepada Kontraktor KKS yang tidak melaksanakan kewajiban berdasarkan rekomendasi SKK Migas.

Penyediaan dan pemasangan flow meter serta fasilitas pendukungnya sebagai bagian dari sistem monitoring, dilaksanakan oleh SKK Migas atau menggunakan flow meter yang sudah tersedia sepanjang memenuhi persyaratan teknis yang berlaku. Penyediaan dan pemasangan Flow Meter dan fasilitas pendukungnya sebagai bagian dari sistem monitoring, dilakukan secara bertahap pada setiap wilayah kerja dan harus telah terpasang paling lama 6 bulan sejak Permen Nomor 39 Tahun 2016 berlaku.

Pemasangan Flow Meter, diminta dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan lingkungan serta meminimalisasi kehilangan produksi. Sesuai bunyi Pasal 4 pada Permen dimaksud, kata Archandra, telah diatur bahwa Flow Meter dan fasilitas pendukungnya sebagai bagian dari sistem monitoring wajib dipasang pada lokasi.

Diketahui, pemasangan Flow Meter ini dilakukan sebagai implementasi dari Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Sistem Monitoring Produksi Minyak Bumi Berbasis Online Real Time Pada Fasilitas Produksi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, yang diterbitkan pada tanggal 25 November 2016. (Ksr)`

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*