KESDM Susun Cadangan Penyangga Energi

20400
Dirjen Migas Terbitkan SE Keselamatan Operasi Instalasi Migas Saat Ramadhan dan Idul Fitri
Foto : katadata.co.id

indoPetroNews- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) sedang menyusun rumusan peraturan mengenai Cadangan Penyangga Energi (CPE)/Energy Buffer Reserves (EBR). “Pembangunan cadangan penyangga energi di Indonesia membutuhkan berbagai pertimbangan terutama dari sisi pemilihan lokasi, kriteria produk yang disimpang, dan juga pertimbangan permintaan serta aspek geografis,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Saleh Abdurahman, Rabu (11/10/2017) di Jakarta.

Jepang sebagai negara yang telah mempunyai pengalaman dalam pembangunan cadangan penyangga energi merupakan salah satu negara yang mempunyai kesamaan dengan Indonesia terutama dilihat dari aspek geologi. Oleh karena itu, Indonesia menginginkan saran serta kerja sama dengan Jepang.

“Pembangunan cadangan penyangga energi di Indonesia juga didorong untuk dilakukan oleh swasta sehingga dibutuhkan masukan dari berbagai pihak terutama dalam hal regulasi dan juga insentif-insentif sehingga menarik bagi swasta. Ke depannya, melalui kegiatan hari ini kerja sama kedua negara dapat dikembangkan kembali seperti dalam pelaksanaan pengembangan kapasitas, maupun riset bersama dalam tatanan waktu yang disusun bersama,” papar Saleh.

Diketahui, saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan Indonesia’s Oil Stockpilling Development dengan Jepang di Hotel Sultan, Rabu (11/10/2017). Ini merupakan tindak lanjut pertemuan bilateral The 4th Indonesia-Japan Energy Forum yang diselenggarakan pada 30 Januari 2017 lalu, di mana Cooperation on Energy Buffer Reserves (Oil Stockpilling) merupakan salah satu kesepakatan kedua belah pihak yang dituangkan dalam Action Plan kerja sama.

Acara ini dihadiri oleh Mr Keiji Hisata dari METI-Japan. Delegasi Indonesia diwakili oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Sekretariat Jenderal DEN, BPH Migas, KPPIP dan juga dari PT. Pertamina. Sedangkan Delegasi Jepang terdiri dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI), JOGMEC serta perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*