Ini Upaya Pemerintah Gairahkan Investasi Migas

13400
Pemerintah Pertegas Monitoring Migas Berbeda dengan Reporting
Foto : merdeka.com

indoPetroNews – Masalah utama yang menghambat investasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia adalah ketiadaan ketentuan assume and discharge yang menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian hukum (stabilization clause).

“Kebijakan fiskal berperan sebagai instrumen yang mampu memberikan kepastian hukum, mendukung iklim investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas, secara konsisten dan stabil melalui administrasi yang sederhana,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad dalam satu diskusi bertajuk “Membangun Iklim Bisnis yang Kondusif untuk Indonesia Sejahtera” Rabu (11/10/2017) di Jakarta.

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Arcandra Tahar menyampaikan beberapa upaya menggairahkan iklim investasi migas Indonesia dalam satu tahun terakhir. Pertama, revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2010 yang telah diubah menjadi PP Nomor 27 tahun 2017.

“Kita menyelesaikan revisi PP 79 pada Juni 2017, perubahan PP tersebut dalam 6 bulan menjadi PP 27 tahun 2017,” kata Arcandra.

Kedua, revisi Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Migas Gross Split menjadi Permen ESDM Nomor 52 Tahun 2017 yang diselesaikan pada akhir Agustus lalu. Dengan skema gross split, keekonomian kontraktor dibuat lebih menarik dan sebanding atau bahkan lebih baik dibanding skema cost recovery.

Ketiga, lelang wilayah kerja (WK) migas tahun 2017 diperpanjang hingga 20 November 2017 dan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Perpajakan Gross Split telah berproses baik. “Kita berharap saat lelang WK migas ditutup pada 20 November nanti, PP terkait Perpajakan Gross Split telah selesai. Berdasarkan komunikasi terakhir dengan Kementerian Keuangan, penyusunan masih dalam proses dan kami percaya hasil dan tata waktunya akan sesuai harapan,” tambah Arcandra. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*