OPEC Bakal Bersidang Akhir November

OPEC Bakal Bersidang Akhir November
Foto : wtj.com

indoPetroNews- Perluasan kuota output (pemangkasan produksi minyak) untuk negara-negara anggota OPEC disinyalir telah menaikkan harga minyak mentah di pasar dunia. Demikian diungkapkan oleh Sekjen OPEC Mohammed Barkindo Barkindo.

“Ada konsensus yang terus berkembang bahwa proses penyeimbangan kembali (supply-demand pasar minyak) tengah berlangsung. Kita secara bertahap tapi pasti, mencapai tujuan bersama dan mulia kita,” kata Barkindo di India Energy Forum hari Minggu (8/10/2017). Lebih lanjut, ia menyatakan, “Untuk mempertahankan ini hingga tahun depan, sejumlah langkah luar biasa boleh jadi perlu diambil guna mengembalikan stabilitas ini secara berkelanjutan ke depannya.”

Dalam hal ini, Barkindo mengungkapkan bahwa diskusi tengah berlangsung untuk melakukan perpanjangan  pemangkasan output hingga lebih dari Maret 2018, dengan lebih banyak negara akan ikut andil di dalamnya. Nigeria dan Libya, dua negara anggota OPEC yang dikecualikan dari pakta lantaran dilanda berbagai konflik internal, diekspektasikan telah pulih dan setelahnya diharapkan dapat mengikutinya juga.

Diskusi-diskusi ini dijadwalkan akan dibahas dalam rapat OPEC berikutnya di Wina, Austria, pada 30 November mendatang.

Pasar juga bakal memantau laporan bulanan dari OPEC dan International Energy Agency (IEA) yang dirilis pekan ini, untuk memberikan gambaran konkrit mengenai kondisi demand dan supply di pasar minyak global.

Sebagai catatan, Arab Saudi dan Rusia telah memelopori kesepakatan antara anggota OPEC dan beberapa produsen minyak non-OPEC untuk memangkas output sebesar sekitar 1.8 juta barel per hari (bph) hingga akhir Maret 2018. Pemangkasan output yang dicapai dengan menerapkan kuota atas produksi masing-masing negara tersebut diharapkan dapat menanggulangi masalah surplus minyak global yang telah menyeret jatuh harga minyak dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Namun demikian, harga minyak masih mandek di kisaran $50 per barel sejak terciptanya kesepakatan tersebut. Selain karena meningkatnya produksi minyak Amerika Serikat – yang tidak masuk dalam kesepakatan tadi-, juga karena sejumlah negara anggota OPEC sendiri tak ikut berpartisipasi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*