IMF Minta Arab Saudi Tidak Andalkan Migas

13000
Gebrakan Arab Saudi agar Harga Minyak Naik
Foto : offshoreenergytoday.com

indoPetroNews- Proses konsolidasi fiskal terlalu cepat akan merugikan  pertumbuhan dan meroketnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi. Demikian peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) kepada pemerintah Arab Saudi.

Saat ini, Arab Saudi didera kesulitan ekonomi akibat rontoknya harga minyak mentah dipasar dunia. Negara tersebut dikabarkan akan mereformasi
mereformasi sistem perekonomiannya.

“Kalau proses konsolidasi fiskal terlalu cepat, itu akan merugikan bagi pertumbuhan dan mengakibatkan kenaikan harga tinggi terhadap bahan bakar dan energi,” kata IMF dalam laporan terbarunya, Senin (9/10/2017)

Seperti diketahui, Arab Saudi setahun silam meluncurkan program reformasi ekonomi melalui Visi 2030, sebagai upaya mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Liberalisasi ekonomi ini meliputi privatisasi, pencabutan subsidi bahan bakar, air, listrik, dan pemberlakukan pajak.

Visi 2030 itu bertujuan agar Arab Saudi tidak lagi terlalu mengandalkan sumber pendapatan dari minyak dan gas, serta mendorong tumbuhnya sektor swasta, dan membuka lapangan kerja bagi warga negara Saudi.

IMF sudah memprediksi Arab Saudi mengalami defisit selama 2015-2020. Defisit dalam tiga tahun terakhir mencapai US$ 200 miliar dan tahun diperkirakan US$ 53 miliar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*