KESDM – SKKMigas Buka Data Migas untuk Kontraktor KKS

28300
Posko Nasional Bidang ESDM Dibuka Jelang Natal & Tahun Baru

Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk mendorong berbagai upaya untuk menarik dan memudahkan pelaku bisnis hulu minyak dan gas bumi (Migas). Apa bentuk support dan realisasinya?

Kementerian ESDM dan SKK Migas telah membentuk tim yang akan membantu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor   KKS) selama masa eksplorasi yang produksi. Salah satu upayanya adalah dengan pembukaan data atau open data. “Kami yakin dengan pembukaan data maka investor akan tertarik untuk melakukan eksplorasi,” kata Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar pada sejumlah media, Kamis (5/10/2017) di Jakarta. Disamping itu, lanjut Arcandra, pihak Kementerian ESDM juga telah merevisi Permen Gross Split.

“Penetapan skema bagi hasil Gross Split bertujuan agar pengelolaan migas lebih ekonomis bagi investor. Niat kami, skema bagi hasil Gross Split dimaksudkan untuk memperbaiki ekonomi kontraktor (stakeholder),” ujar Arcandra.

Agar pengelolaan migas dengan menggunakan skema ini dapat berjalan sesuai harapan, pihaknya menjali kerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk menyelesaikan masalah perpajakan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait perizinan pembebasan lahan, seperti izin ke daerah agar lebih cepat rampung.

Diketahui, KESDM telah  menerbitkan Permen ESDM Nomor 52 tahun 2017 tentang No. 52 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Permen ESDM No. 08 Tahun 2017 Tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Revisi ini berdasarkan masukan dari berbagai pihak termasuk investor.

Selain skema Gross Split, upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi migas adalah menyusun aturan perpajakan terkait gross split, merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2010 menjadi PP Nomor 27 tahun 2017. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*